Hanya dalam kurun waktu ga sampai 10 menit setelah berkeluh kesah gw seperti ditampar dengan kalimat sederhana yang gw copas dari blog suamigila.com. ini :
Bersyukur atas apa yang kita miliki. Juga bersyukur atas apa yang tidak. Semua yang mampu dicapai dan semua yang tidak mampu dicapai, adalah demi kebaikan kita sendiri. Jadi, tenang saja. Yang penting ikhlas berusaha.
Ok, intinya bersyukur yaaa..padahal udah tau namun tetep butuh penguatan dari orang lain dulu :p
Senin, 30 Mei 2011
biru
Saya sedang ingin berkeluh kesah.
Tentang punggung yang sering ngilu, tentang pinggang yang sering nyeri, tentang jempol kaki yang luka dan tidak kunjung sembuh, tentang kepala yang cenat-cenut.
Saya sedang ingin berkeluh kesah dan meratapi nasib.
Tentang rasa bosan yang melanda belakangan ini. Tentang rasa jenuh dengan rutinitas, tentang betapa lelahnya saya menjadi ibu rumah tangga
Saya sedang ingin berkeluh kesah
Tentang capek luar biasa saya menghadapi anak yang super aktif, tentang idealisme saya mengurus anak yang kadang bikin sinting sendiri. Kadang saya ingin menyerah saja..
Tapi, saya tidak boleh berkeluh kesah karena katanya dalam hidup kita harus selalu bersyukur dan melihat orang yang lebih susah dari kita agar kita segera sadar. Percayalah kadang-kadang hal-hal semacam itu sangat menyebalkan.
...
Ah, melihat jagoan saya tidur pulas dengan senyum menyungging dibibirnya seharusnya saya bersyukur memilikinya. Anak yang sangat dirindukan kehadirannya oleh jutaan wanita diluar sana namun belum dikasih.
Seharusnya rasa capek saya, rasa nyeri di punggung dan pinggang dan sejuta keluhan lain karena mengurusnya setimpal dengan rasa cinta dan bahagia saya melihatnya tumbuh sehat, dan pintar.
Ya, tentu saja saya bahagia dan bersyukur memilikinya dan menjadi ibunya. Tapi sebagai manusia biasa yang bisa lelah, capek dan bosan tidak bolehkah saya mngeluh?
Ibu butuh 'ruang'' untuk bernafas anakku. Untuk menikmati dunia ibu sendiri, sebentar saja. Agar setelahnya ibu bisa kembali punya energi positif untuk mu.
Tentang punggung yang sering ngilu, tentang pinggang yang sering nyeri, tentang jempol kaki yang luka dan tidak kunjung sembuh, tentang kepala yang cenat-cenut.
Saya sedang ingin berkeluh kesah dan meratapi nasib.
Tentang rasa bosan yang melanda belakangan ini. Tentang rasa jenuh dengan rutinitas, tentang betapa lelahnya saya menjadi ibu rumah tangga
Saya sedang ingin berkeluh kesah
Tentang capek luar biasa saya menghadapi anak yang super aktif, tentang idealisme saya mengurus anak yang kadang bikin sinting sendiri. Kadang saya ingin menyerah saja..
Tapi, saya tidak boleh berkeluh kesah karena katanya dalam hidup kita harus selalu bersyukur dan melihat orang yang lebih susah dari kita agar kita segera sadar. Percayalah kadang-kadang hal-hal semacam itu sangat menyebalkan.
...
Ah, melihat jagoan saya tidur pulas dengan senyum menyungging dibibirnya seharusnya saya bersyukur memilikinya. Anak yang sangat dirindukan kehadirannya oleh jutaan wanita diluar sana namun belum dikasih.
Seharusnya rasa capek saya, rasa nyeri di punggung dan pinggang dan sejuta keluhan lain karena mengurusnya setimpal dengan rasa cinta dan bahagia saya melihatnya tumbuh sehat, dan pintar.
Ya, tentu saja saya bahagia dan bersyukur memilikinya dan menjadi ibunya. Tapi sebagai manusia biasa yang bisa lelah, capek dan bosan tidak bolehkah saya mngeluh?
Ibu butuh 'ruang'' untuk bernafas anakku. Untuk menikmati dunia ibu sendiri, sebentar saja. Agar setelahnya ibu bisa kembali punya energi positif untuk mu.
Senin, 16 Mei 2011
Paijo dan Paijah
Love isn't enough!
Tersebutlah kisah Paijo dan Paijah (keduanya nama samaran). Pasangan serasi dan kompak yang pernah saya kenal. Sebelum memutuskan menikah mereka sudah pacaran kurang lebih 9 tahun, waktu yang sangat panjang bukan? Tidak diragukan lagi betapa mereka saling mencintai satu sama lain.
Mereka pernah mengalami masa-masa sulit, dari memohon restu orang tua Paijah yang kurang begitu senang dengan Paijo yang sederhana, sampai setelah mereka menikah dan jatuh bangun mendirikan usaha demi kelangsungan perekonomian mereka. Syukurlah sekarang mereka sudah mapan secara ekonomi dan dianugerahi tiga orang anak yang cantik-cantik. Trus dimana masalahnya?
Pernikahan selama 13 tahun ternyata sudah mengikis habis cinta mereka. Saya juga tidak tahu bagaimana bisa orang yang pernah tergila-gila satu sama lain, yang begitu kompak dan serasi, yang benar-benar pasangan ideal bisa saling membenci. Kata Paijo, istrinya berselingkuh.
Versi Paijo :
Paijah istri tidak tahu diri, setelah gw ijinkan untuk meniti karir, malah jadi lupa diri. Bersolek untuk laki-laki lain, padahal gw rela mengasuh dan mengurus pekerjaan RT. Gw masih bisa kok menafkahi dia karena gw wiraswasta yang cukup sukses, tapi sebagai suami yang demokratis gw gak mau mengekang istri untuk melanjutkan mimpinya menjadi wanita karir. Tapi apa yg gw dapat? Dia tega mengkhianati suami dan anak-anaknya.
Versi Paijah :
Kami tidak sejalan lagi. Paijo tidak bisa masuk dalam pergaulan gw. Bicaranya juga gak nyambung. Maklum saja, Paijo kan bukan orang kantoran seperti gw. Kadang malu-maluin aja membawa Paijo ke lingkaran pergaulan gw.
Versi Gw:
Paijo terlalu mencintai Paijah, walaupun katanya sudah dikhianati dan segala macam sumpah serapah sudah dia lontarkan pada Paijah namun jauh dilubuk hatinya dia benar-benar takut kehilangan Paijah. Jujur gw salut dengan pengorbanan yang dilakukan Paijo untuk Paijah, mengurus anak dan rumah yang dilakukan sambil menjalankan usahanya. Memasak dan menyiapkan sarapan untuk semua anggota keluarga, mengambil alih semua pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh Paijah. Sungguh beruntung Paijah punya suami seperti Paijo. Paijah tinggal ongkang-ongkang kaki, dan mempercantik diri.
Gw gak tau dimana asal muasal karamnya biduk rumah tangga mereka, yang jelas sekarang Paijah udah lari dari rumah dan membawa ketiga anak mereka. Paijah juga sudah lama tidak menunaikan kewajibannya sebagai istri, bukankah dalam Islam itu sudah jatuh talak satu? Paijo bahkan pernah memergoki istrinya itu bersama laki-laki lain dan yang gw tidak habis pikir Paijo tidak berdaya untuk berbuat apa-apa.
Poor Paijo!
Teringat dari BBM yang dikirim oleh seoraang sahabat beberapa waktu lalu. Dalam pernikhan tidak cukup hanya cinta saja, tapi lebih dari itu yaitu komitmen, tanggung jawab. Mungkin dalam pernikahan cinta bisa saja pudar, tidak menggebu-gebu seperti ketika pacaran ataupun ketika masa bulan madu dulu. Namun ada yang mesti diingat, tanggung jawab kita sebagai suami dan istri yang sudah diikat dalam tali suci benama pernikahan. Bukankah itu janji kita dihadapan Allah?
Sebagai contoh:
Setiap ibu pastilah mencintai anaknya, tapi ketika anak menangis tengah malam, sedangkan dia sendiri sangat mengantuk, kemudian menukar popoknya ditengah malam buta, menggendong dan meninabobo-kan ketika dia sedang rewel bukanlah hal yang menyenangkan. Tapi apa yang membuat si ibu tetap mau melakukannya? tanggung jawab!
Sekali lagi, menjalani pernikahan itu tidaklah mudah. Akan banyak kau temui cacat-cacat kecil dari pasanganmu. Kalau diributin, itu hanyalah cacat kecil tapi kalau dibiarkan tetap agak mengganggu. Kau mungkin juga akan menemukan, pasanganmu tidak lagi membuat penasaran dan gregetan seperti ketika masa pacaran dan PDKT dulu, dan itu sungguh kadang membuat hambar hari-harimu.
Tapi percayalah, kalau pun kau mencoba mencari sosok lain yang lebih sempurna dari pasanganmu yang sekarang, itu tidak menjamin dia tidak memiliki cacat-cacat kecil lain yang juga akan mengganggu :)
Kenapa tidak menghargai yang sudah dimiliki sekarang ini? Toh kita pun pasti memiliki cacat-cacat kecil. Manusia baru akan mengahargai sesuatu setelah dia kehilangan sesuatu itu. Jangan sampai sesal datang kemudian.
To: Paijah dan Paijo semoga mendapat jalan terbaik untuk masalah kalian.
Tersebutlah kisah Paijo dan Paijah (keduanya nama samaran). Pasangan serasi dan kompak yang pernah saya kenal. Sebelum memutuskan menikah mereka sudah pacaran kurang lebih 9 tahun, waktu yang sangat panjang bukan? Tidak diragukan lagi betapa mereka saling mencintai satu sama lain.
Mereka pernah mengalami masa-masa sulit, dari memohon restu orang tua Paijah yang kurang begitu senang dengan Paijo yang sederhana, sampai setelah mereka menikah dan jatuh bangun mendirikan usaha demi kelangsungan perekonomian mereka. Syukurlah sekarang mereka sudah mapan secara ekonomi dan dianugerahi tiga orang anak yang cantik-cantik. Trus dimana masalahnya?
Pernikahan selama 13 tahun ternyata sudah mengikis habis cinta mereka. Saya juga tidak tahu bagaimana bisa orang yang pernah tergila-gila satu sama lain, yang begitu kompak dan serasi, yang benar-benar pasangan ideal bisa saling membenci. Kata Paijo, istrinya berselingkuh.
Versi Paijo :
Paijah istri tidak tahu diri, setelah gw ijinkan untuk meniti karir, malah jadi lupa diri. Bersolek untuk laki-laki lain, padahal gw rela mengasuh dan mengurus pekerjaan RT. Gw masih bisa kok menafkahi dia karena gw wiraswasta yang cukup sukses, tapi sebagai suami yang demokratis gw gak mau mengekang istri untuk melanjutkan mimpinya menjadi wanita karir. Tapi apa yg gw dapat? Dia tega mengkhianati suami dan anak-anaknya.
Versi Paijah :
Kami tidak sejalan lagi. Paijo tidak bisa masuk dalam pergaulan gw. Bicaranya juga gak nyambung. Maklum saja, Paijo kan bukan orang kantoran seperti gw. Kadang malu-maluin aja membawa Paijo ke lingkaran pergaulan gw.
Versi Gw:
Paijo terlalu mencintai Paijah, walaupun katanya sudah dikhianati dan segala macam sumpah serapah sudah dia lontarkan pada Paijah namun jauh dilubuk hatinya dia benar-benar takut kehilangan Paijah. Jujur gw salut dengan pengorbanan yang dilakukan Paijo untuk Paijah, mengurus anak dan rumah yang dilakukan sambil menjalankan usahanya. Memasak dan menyiapkan sarapan untuk semua anggota keluarga, mengambil alih semua pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh Paijah. Sungguh beruntung Paijah punya suami seperti Paijo. Paijah tinggal ongkang-ongkang kaki, dan mempercantik diri.
Gw gak tau dimana asal muasal karamnya biduk rumah tangga mereka, yang jelas sekarang Paijah udah lari dari rumah dan membawa ketiga anak mereka. Paijah juga sudah lama tidak menunaikan kewajibannya sebagai istri, bukankah dalam Islam itu sudah jatuh talak satu? Paijo bahkan pernah memergoki istrinya itu bersama laki-laki lain dan yang gw tidak habis pikir Paijo tidak berdaya untuk berbuat apa-apa.
Poor Paijo!
Teringat dari BBM yang dikirim oleh seoraang sahabat beberapa waktu lalu. Dalam pernikhan tidak cukup hanya cinta saja, tapi lebih dari itu yaitu komitmen, tanggung jawab. Mungkin dalam pernikahan cinta bisa saja pudar, tidak menggebu-gebu seperti ketika pacaran ataupun ketika masa bulan madu dulu. Namun ada yang mesti diingat, tanggung jawab kita sebagai suami dan istri yang sudah diikat dalam tali suci benama pernikahan. Bukankah itu janji kita dihadapan Allah?
Sebagai contoh:
Setiap ibu pastilah mencintai anaknya, tapi ketika anak menangis tengah malam, sedangkan dia sendiri sangat mengantuk, kemudian menukar popoknya ditengah malam buta, menggendong dan meninabobo-kan ketika dia sedang rewel bukanlah hal yang menyenangkan. Tapi apa yang membuat si ibu tetap mau melakukannya? tanggung jawab!
Sekali lagi, menjalani pernikahan itu tidaklah mudah. Akan banyak kau temui cacat-cacat kecil dari pasanganmu. Kalau diributin, itu hanyalah cacat kecil tapi kalau dibiarkan tetap agak mengganggu. Kau mungkin juga akan menemukan, pasanganmu tidak lagi membuat penasaran dan gregetan seperti ketika masa pacaran dan PDKT dulu, dan itu sungguh kadang membuat hambar hari-harimu.
Tapi percayalah, kalau pun kau mencoba mencari sosok lain yang lebih sempurna dari pasanganmu yang sekarang, itu tidak menjamin dia tidak memiliki cacat-cacat kecil lain yang juga akan mengganggu :)
Kenapa tidak menghargai yang sudah dimiliki sekarang ini? Toh kita pun pasti memiliki cacat-cacat kecil. Manusia baru akan mengahargai sesuatu setelah dia kehilangan sesuatu itu. Jangan sampai sesal datang kemudian.
To: Paijah dan Paijo semoga mendapat jalan terbaik untuk masalah kalian.
Senin, 09 Mei 2011
Promo Bulan Mei-Juni


Make That Change Welcome Program 100bp
Periode Promo: 9 Mei - 11 Juni 2011
Tampil elegan dengan aksesoris BERKELAS
Dapatkan Produk Kecantikan senilai Rp 1.076.000
Eksklusif!
Make That Change Welcome Program 100bp
Hanya di Program Ini!
3 Langkah Mudah untuk Kemewahan Kelas Dunia
Bergabung Bersama Oriflame Hanya Rp 39.900
Dapatkan Rangkaian Giordani Gold Edisi Terbatas (Limited Edition) Hanya Dalam Program Ini!
BARU! Edisi Terbatas!
Langkah 1:
Bergabung dan penuhi WP1 (100bp), maka bulan berikutnya bisa mendapat Giordani Gold Bronzing Pearls Exclusive Edition Senilai Rp 229.000 GRATIS!
Langkah 2:
Di bulan kedua bergabung, penuhi WP2 (100bp), maka bulan berikutnya bisa mendapat Man Eau de TOilette Senilai Rp 349.000 GRATIS!
Langkah 3:
Di bulan ketiga bergabung,penuhi WP1 (100bp), maka bulan berikutnya bisa mendapat Giordani Gold Bronzing Designer Bag Exclusive Edition Senilai Rp 498.000 GRATIS!
Mau?
Bagi yang minat isi biodata anda silahkan dengan cara meng- KLIK DISINI
Selasa, 26 April 2011
Minggu, 03 April 2011
udah bulan april yaa?

Duh, ga terasa udah April aja. Dan itu berarti udah 2 tahun gw dikota ini dan itu juga brarti seminggu lagi dafi udah 8 bulan :)
Dafi sedang lucu-lucunya sekarang, makin aktif, makin pinter dan makin berat :p
Perkembangannya di 7 menjelang 8 bulan ini :
1. masih merayap, tapi merayapnya udah kenceng banget, dan udah sering juga ngambil ancang-ancang merangkak dengan telapak tangan dan lutut dilantai dan punggung serta pantat digoyang-goyang maju mundur hihihi lucu banget!
2. suka melibas apapun penghalng yang ada didepannya seperti bantal yang bahkan ditumpuk 3 dan body emak-bapaknya, klo dipangku ato digendong suka manjat body kita, dia pikir tangga kali yee? :p
3. suka dibediriin. kalo lagi dpangku dia meregangin kakinya, agar dibediriin dilantai. melihat gelagatnya dia mungkin cepat jalan deh, secara belum 8 bulan udah sering banget bediri dengan pegangan ke benda yang lebih tinggi yang ada didepannya.
4. giginya udah numbuh 2 dibawah. tapi tu gigi udah numbuh pas 6,5 bulan deh sekarang makin gede aja tuh gigi :p
5. suka gigit dan mainin PD emaknya. aduhhh, ni bocah jail banget. gw sering nangis dan tereak-tereka klo dafi kumat jailnya. Yang ada dia malah ketawa dan senyum-senyum seneng. duhh..
6. udah bisa duduk sendiri, walo kadang masih goyang kiri kanan. kalo capek langsung banting body, merayap lagi deh :D
7. babbling tatatata, aghuuuu, abbuuu.. dulu sempat babling mamama dan bababa sekarang udah jarang banget kedengaran nyebut itu. seringnya tatatatta
Kalo soal MPASI, makanannya udah makin bervariasi aja. Kalo untuk serealia gw nagsih tepung beras merah wangi ama beras coklat, trus jagung manis. Kalo sayurnya gw ngasih zucchini, terong ungu, buncis ama labu parang. Untuk buah gw ngasih pepaya, pisang, apel, pir, alpukat, jeruk baby. seminggu belakangan ini gw mulai ngenalin protein, gw ngasih ayam kampung. Nah, kalo untuk penyedap buburnya Dafi gw sering nyetok kaldu. Kaldunya bikin sendiri gw pakai ayam kampung dan kemaren sempat juga bikin kaldu sapi.
Favoritnya dafi:
bubur beras merah/coklat+puree jagung manis+kaldu+daging ayam rebus yang udah diblender. jadilah bubur ayam jagung manis. kalo tiap makan menu ini dia sering mengeluarkan suara ehmmm...ato ammmm..mungkin ekspresi seneng kali yaa. Pas kita mau nyendok tu bubur di mangkok dia udah mangap duluan. seneng banget liatnya :0
Pada dasarnya Dafi suka semua yang gw kasih, cuma pas ngasih puree apel dia mukanya suka 'geli' gitu. eneg kali yaa jadinya gw nyampur puree apel ama bubur beras merah/coklat baru dia lahap makannya.
Tadi gw baru nyoba ngasih labu parang eh, ga taunya dia makan dengan muka aneh gitu. Dan acara makan pun berjalan agak kurang lancar namun gw mengakalinya dengan ngasih pisang ambon kerok yg dicampurin dg buburnya. Akhirnya mau juga si bocah buka mulut hehehe
Menjadi seorang ibu menuntut kita harus kreatif ya? Apalagi soal makan ini. Gw berupaya agar Dafi makan makanan yang emang makanan rumahan no gula garam paling nggak ampe dia satu tahun.
Selama ini Alhamdulillah banget Dafi makannya lancar dan juga lahap, juga ga milih-milih. Cuma dia mungkin intoleran ama kacang ijo. Pernah gw kasih bubur tepungk kacang ijo, eh abis makan itu lipatan tangannya merah dan bentol2 gitu . Sejak saat itu gw langsung stop ngasih bubur kacang ijo. Googling eh ternyata bayi baru boleh dikasih kacang-kacangan paling ngaak usia 9 bulan keats. Pantesss.
Semoga usia 8 bulan nanti Insyaallah Dafi bisa merangkak, tambah sehat, pinter dan aktif. Dan semoga emak-bapaknya juga jadi orang tua yang bijaksana dan makin sabar aja. Amien.
Sabtu, 26 Maret 2011
dua tahun kita

Jam segini (10 malam keatas) adalah waktu buat gw bisa ngenet. Dafi dan bapaknya udah tidur pules. Ah, lucu banget liat mereka kaya' balapan tidur gitu. Dua jagoan yang paling berarti dalam hidup gw. Malam ini dua taun yang lalu gw masih ingat, gw ga bisa tidur karena besoknya akan melangsungkan akad nikah dengan bapaknya dafi. Ah, ga terasa udah dua taun aja gw nikah.
Dan apa yang gw rasain selama dua taun ini? Tentunya segala macam emosi ya. Mulai dari bahagia sampai sedih, mulai dari sebel sampai tersipu-sipu *aihh bahasa gw*, mulai dari sebagai istri sekarang udah jadi ibu juga, mulai dari yang langsing sampai gendut ga karu-karuan gini :p
Selama dua taun ini, gw makin mengenal watak bapaknya dafi, yah mengingat kami ga sempat pacaran dan kenal lebih dekat. Bapak dafi orangnya ga romantis, secara gw kan orangnya romantis bgt hehehe :D. Misalnya gw kan pengen banget sesekali dikasih kejutan apa kek gitu, atau gw juga pengen masakan gw sesekali dipuji, atau ngegombal gitu. Jujur gw suka banget sesekali digombalin ama suami sendiri. Tapi apa mau dikata bapaknya dafi emang ga bisa atau biasa mengungkapkan perasaan dengan kata-kata.
Semakin gw perhatiin, gw makin ngerti tiap orang punya standar berbeda dengan romantis. Gw yang keseringan liat film2 komedi romantis hollywood jadi sering uring2an ketika bapaknya dafi ga bersikap seperti aktor di film itu. Tapi gw bersyukur, bapaknya dafi pengertian banget dan ga pernah membiarkan gw ngerjain pekerjaan RT sendiri. Misalnya sejak kami menikah gw hanya dua bulan pertama yang nyuci baju, selebihnya sampai sebelum kami menggaji tukang cuci yang baru sebulan ini bekerja, dia yang nyuci baju. Trus dia juga ga segan nyapu rumah, teras ataupun makein baju dafi kalo abis mandi plus nyuapin makan.
Mungkin banyak juga suami2 lain ngelakuin hal yang sama tapi kalo di lingkungan tempat tinggal kami, bapaknya dafi termasuk 'makhluk langka' mengingat disini para suami adalah raja yang mesti dilayani dan 'haram' hukumnya membantu pekerjaan rumah tangga semacam nyuci, nyapu ato ngurus anak seperti yang bapaknya dafi lakuin. Dan gw bangga dengan dia :)
Soal makan, bapaknya dafi juga jarang muji masakan gw. Tapi sekalinya muji gw seneng banget berarti itu bener2 enak hahaha. Lagian gw juga sering merhatiin kalo makannya nambah berarti enak kalo ga nambah berarti standar, kalo makannya diselingi minum air berarti ga enak. Walo jarang muji tapi dia juga ga pernah ga makan apapun yang gw bikin alias ga pernah juga nyela masakan gw.
Soal ngasih hadiah/kejutan. Karena gw pengen dikasih kejutan tapi bapaknya dafi ga ngeh makanya gw yang ngasih dia kado/kejutan pas ultah misalnya. Gw pernah ngasih kemeja yang menurut gw keren banget dan harganya juga lumyan, plus juga kue ultah. Tau tanggapan dia apa? Biasa aja. Kesel ga sih? paling nanya, "beli berapa nih, pasti mahal ya?" duh, Mr. Jack ucapin makasih sambil ngecup kening istrimu kek ato pura2 kaget dan bilang kado dari gw bagus kek.
Tapi kembali ke wataknya dia yang emang lurus-lurus aja. Ya sudahlah. Cuma gw seneng aja, dia selalu make kemeja itu kalo ada acara2 penting :)
Pernah sih gw nanya kok dia ga pernah ngasih gw kejutan? ato ga pernah ngegombal gitu heheh. Paling dia cuma cengar cengir aja. Cuma gw jadi mikir,pas gw ultah emang ga ngasih surprise tapi langsung bawa gw ke toko dan beliin barang yang waktu itu gw pengen banget dan itupun sebulan setelah ultah gw :p juga pernah dia yang pulang kerja tiba2 nyodorin kwitansi pembayaran blablabla eh ga taunya dia beli sesuatu yang emang gw pengen dan malamnya dianterin ama yang punya toko. Atau ketika hari2 biasa tiba-tiba ngajak makan diluar.
Mungkin seperti itulah romantis versi bapaknya dafi.
Menjalani pernikahan memang tidak mudah. Apalagi seperti gw dan bapaknya dafi yang sebelumnya ga pacaran. Tapi pacran yang lama sebelum menikah pun juga tidak menjamin sebuah pernikahan akan langgeng dan baik-baik saja. Karena pernikahan sangat berbeda jauh dengan pacaran.
Bagimanakah caranya agar pernikahan langgeng? Orang bijak berkata : Kau hanya perlu jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama :)
Dan gw menambahkan : dan kau juga harus mencintai semua kekurangan pasanganmu :p
Happy 2nd anniversary Uda, Mr. Jack, Abi dan bapaknya Dafi. Semoga kita bisa saling jatuh cinta tiap hari. Jatuh cinta dengan semua kelebihan dan terutama KEKURANGAN kita masing-masing :)Dan semoga pernikahan ini mebawa kebahagiaan lahir batin bagi keluarga kecil kita. Amien
Langganan:
Postingan (Atom)
