Hanya dalam kurun waktu ga sampai 10 menit setelah berkeluh kesah gw seperti ditampar dengan kalimat sederhana yang gw copas dari blog suamigila.com. ini :
Bersyukur atas apa yang kita miliki. Juga bersyukur atas apa yang tidak. Semua yang mampu dicapai dan semua yang tidak mampu dicapai, adalah demi kebaikan kita sendiri. Jadi, tenang saja. Yang penting ikhlas berusaha.
Ok, intinya bersyukur yaaa..padahal udah tau namun tetep butuh penguatan dari orang lain dulu :p
Tampilkan postingan dengan label bu erte. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bu erte. Tampilkan semua postingan
Senin, 30 Mei 2011
biru
Saya sedang ingin berkeluh kesah.
Tentang punggung yang sering ngilu, tentang pinggang yang sering nyeri, tentang jempol kaki yang luka dan tidak kunjung sembuh, tentang kepala yang cenat-cenut.
Saya sedang ingin berkeluh kesah dan meratapi nasib.
Tentang rasa bosan yang melanda belakangan ini. Tentang rasa jenuh dengan rutinitas, tentang betapa lelahnya saya menjadi ibu rumah tangga
Saya sedang ingin berkeluh kesah
Tentang capek luar biasa saya menghadapi anak yang super aktif, tentang idealisme saya mengurus anak yang kadang bikin sinting sendiri. Kadang saya ingin menyerah saja..
Tapi, saya tidak boleh berkeluh kesah karena katanya dalam hidup kita harus selalu bersyukur dan melihat orang yang lebih susah dari kita agar kita segera sadar. Percayalah kadang-kadang hal-hal semacam itu sangat menyebalkan.
...
Ah, melihat jagoan saya tidur pulas dengan senyum menyungging dibibirnya seharusnya saya bersyukur memilikinya. Anak yang sangat dirindukan kehadirannya oleh jutaan wanita diluar sana namun belum dikasih.
Seharusnya rasa capek saya, rasa nyeri di punggung dan pinggang dan sejuta keluhan lain karena mengurusnya setimpal dengan rasa cinta dan bahagia saya melihatnya tumbuh sehat, dan pintar.
Ya, tentu saja saya bahagia dan bersyukur memilikinya dan menjadi ibunya. Tapi sebagai manusia biasa yang bisa lelah, capek dan bosan tidak bolehkah saya mngeluh?
Ibu butuh 'ruang'' untuk bernafas anakku. Untuk menikmati dunia ibu sendiri, sebentar saja. Agar setelahnya ibu bisa kembali punya energi positif untuk mu.
Tentang punggung yang sering ngilu, tentang pinggang yang sering nyeri, tentang jempol kaki yang luka dan tidak kunjung sembuh, tentang kepala yang cenat-cenut.
Saya sedang ingin berkeluh kesah dan meratapi nasib.
Tentang rasa bosan yang melanda belakangan ini. Tentang rasa jenuh dengan rutinitas, tentang betapa lelahnya saya menjadi ibu rumah tangga
Saya sedang ingin berkeluh kesah
Tentang capek luar biasa saya menghadapi anak yang super aktif, tentang idealisme saya mengurus anak yang kadang bikin sinting sendiri. Kadang saya ingin menyerah saja..
Tapi, saya tidak boleh berkeluh kesah karena katanya dalam hidup kita harus selalu bersyukur dan melihat orang yang lebih susah dari kita agar kita segera sadar. Percayalah kadang-kadang hal-hal semacam itu sangat menyebalkan.
...
Ah, melihat jagoan saya tidur pulas dengan senyum menyungging dibibirnya seharusnya saya bersyukur memilikinya. Anak yang sangat dirindukan kehadirannya oleh jutaan wanita diluar sana namun belum dikasih.
Seharusnya rasa capek saya, rasa nyeri di punggung dan pinggang dan sejuta keluhan lain karena mengurusnya setimpal dengan rasa cinta dan bahagia saya melihatnya tumbuh sehat, dan pintar.
Ya, tentu saja saya bahagia dan bersyukur memilikinya dan menjadi ibunya. Tapi sebagai manusia biasa yang bisa lelah, capek dan bosan tidak bolehkah saya mngeluh?
Ibu butuh 'ruang'' untuk bernafas anakku. Untuk menikmati dunia ibu sendiri, sebentar saja. Agar setelahnya ibu bisa kembali punya energi positif untuk mu.
Langganan:
Postingan (Atom)