Ngomong-ngomong soal ingin-ingin saya yakin mungkin saya bukanlah satu-satunya calon Emak yang punya harapan yang tinggi terhadap anak ataupun calon anaknya kelak. Saya curiga barangkali ini ada hubungannya dengan cita-cita yang tidak kesampaian, jadinya ingin menjadikan impian itu diwujudkan oleh anak ataupun calon anak kelak.
Oya soal bakat ataupun talen yang ingin saya miliki namun tidak terwujud banyak banget, namun secara garis besarnya adalah:
1. saya ingin banget punya suara bagus dan bisa tampil dan bernyanyi di depan umum ga harus jadi penyanyi terkenal paling nggak saya bisa menyanyi dengan bagus dan enak didengar ;)
2. saya ingin banget bisa menulis dengan bagus. OK, saya emang suka nulis2 ga jelas. Sebelum mengenal dunia cyber, saya punya puluhan diary yang berisi tulisan2 dan pandangan2 hidup saya dari mulai SD sampai jaman kuliah. Setelah ngeh internet kira2 taon 2005 lalu saya mulai rajin nulis diblog. Saya punya sekitar 7 buah blog namun yang saya publish dan rutin menulis cuma 3 blog. Sekarang malah mandeg samasekali saya tau blog itu isinya mungkin cuma ‘sampah’ aja. Curhatan ga jelas, gerutuan, komentar2sinis terhadap lingkungan dan situasi yang tidak sesuai dengan harapan, puisi2, ulasan2 film dan musik de-es-be. Jujur saya ingin bisa menulis tulisan yang bermutu, yang agak ‘cerdas’-lah atau bisa mencerahkan. Saya mengagumi blog teman2 ataupun orang lain yang isinya bagus dan mencerdaskan. Berharap bisa menulis bagus juga
3. sebagai orang yang gak betah kerja kantoran, saya pengen banget punya jiwa entrepreneurship. Kreatif dan punya ide-ide cemerlang untuk bisa dijual. Apa kek gitu..
4. saya pengen menguasai salah satu alat musik dan menciptakan lagu. Hahahha..kedengaran konyol, namanya juga ingin-ingin. Sebagai pecinta musik, saya merasa seorang musisi adalah orang yang sangat jenius. Bagaimana dengan tangga nada yang cuma tujuh itu mereka bisa menciptakan ribuan bahkan jutaan rangkaian nada bernama ‘lagu’ yang begitu indah untuk di dengar. That’s why saya juga ingin bisa menyanyi dengan bagus ;)
5. Sebagai penyuka fashion, saya juga pengen banget bisa ngerancang dan menjahit serta menciptkan tren sendiri. Hmm, impian gila saya lainnya adalah jadi perancang busana atau kalau nggak stylist atau kalau gak punya butik dengan hasil rancangan saya sendiri mungkin ada hubungannya dengan poin 3 diatas. Jadi seorang entrepreneur. Punya usaha sendiri dan jadi bos untuk diri sendiri bukan orang gajian
Nah, kalau soal pekerjaan. Saya juga punya pekerjaan impian. Sejujurnya saya ingin pekerjaannya menyenangkan dan duitnya juga banyak hahaha. Sayangnya yang saya temui, dapat pekerjaan yang menyenangkan namun duitnya seret banget. Atau ada tawaran kerjaan dengan gaji yang lumayan namun begitu ‘menjajah’ waktu dan tenaga gw. Ingat? Saya adalah orang yang ga betah dengan situasi yang monoton dan diatur serta dibatasi oleh waktu. So teuteup aja ga nemu yang pas. Ah, Belum mungkin *mencoba optimis*
Namun tetap saja saya punya pekerjaan impian dulunya:
1. Saya sangat ingin jadi pembawa acara berita di televisi ataupun jurnalis. Bagi gw mereka terlihat smart dan elegan. Saya mengagumi Desy Anwar, saya mengagumi Najwa Sihab saya mengagumi hampir semua penyiar MetroTV. Mereka smart, elegan dan sexy!
2. Saya sangat ingin jadi penulis. Gw mengagumi Helvy Tiana Rosa, saya mengagumi JK. Rowling dengan imajinasi luar biasanya. saya mengagumi semua orang yang bernama ‘penulis’. Bagi saya mereka jenius.
3. Saya sangat ingin jadi sutradara/produser film. Sebagai pecinta film, saya sangat tertarik bagaimana sebuah mahakarya dibuat. Bagaimana membuat visual effek dan sound efek yang menakjubkan dan menghibur penonton. Bagaimana membuat film yang bagus.
4. Penerjemah. saya ingin menguasai banyak bahasa asing. Inggris, Arab, Perancis dan Italia. Menerjemahkan buku2 berbahasa asing. Wow!
Ckckckckckck, cukup empat saja pekerjaan impian yang saya tulis disini. Saya terlalu malu untuk menyebutkan semuanya. Herannya tak satupun pekerjaan impian saya menjadi pegawai apa gitu, atau karyawan dimana gituu.. Saya tahu bertaburan perusahaan-perusahaan bergengsi di negeri ini. Namun saya tidak pernah terpikir menjadikannya sebagai impian saya.
OK, siapa sih yang ga tertarik jadi karyawan di PT. Caltex misalnya? Atau di Pertamina, Telkom, Bank-bank ternama serta perusahaan besar lainnya. Atau juga abdi negara di Depdagri, di Deplu atau apapun itu. Namun sejujurnya saya cukup mengenal diri saya. Saya tipe orang yang tidak terlalu menyukai ‘rutinitas’ bekerja di kantor dari jam 8 pagi sampai 5 sore dsb. Itu kenapa saya tertarik dengan pekerjaan kreatif semacam yang saya tulis diatas. Saya lebih menyukai pekerjaan dengan waktu yang fleksibel.
Namun, sodara-sodara tak satupun dari ingin-ingin saya itu kesampaian paling gak sampai detik ini. Saya memang suka bernyayi namun saya juga tau kadang hubby ngikik2 sendiri denger suara saya yang tidak merdu. Saya memang masih nulis kadang-kadang namun dari dulu tulisan saya tidak berubah masih berisi curhatan tidak jelas. Alat musik gak satupun yang saya kuasi even gitar sekalipun! Menjahit? Paling jahit baju robek atau keliman dan kancing baju yang copot. Jadi pengusaha? Hohoho belum punya ide, paling nolongin dan belajar dikit-dikit ama hubby. Menyedihkan!
Soal pekerjaan impian? Saya memang sempat mencicipi jadi ‘jurnalis’ gadungan di radio namun ilmu saya tidak berkembang. Saya memang menjadi penyiar, namun bukan penyiar tv tapi radio. Saya enjoy karena saya memang sangat mencintai mussik namun lagi-lagi duitnya seret hehehehe..Penulis? menjelang 27 tahun usia saya belum satu karya pun yang saya terbitkan, artikel sekalipun. Paling yaa lagi-lagi curhatan gak jelas diblog. Sutradara/Produser? Mimpi kali yeeee..trus pennerjemah? Huh bahasa inggris aja bisanya pasif doang. How poor Iam!
Jadi kembali ke topik awal, kenapa ingin-ingin yang ga kesampaian itu akhirnya saya ‘bebankan’ ke calaon anak saya kelak. Hahahaha.. Emak yang egois! Saya ingin anak saya nanti bisa menyanyi dan tidak pemalu. Atau pintar menulis atau jago musik atau berbakat jadi jurnalis atau jadi seorang pengusaha yang sukses atau blablablabla…
Kasihan engkau Nak, belum lahirpun harapan Emak padamu begitu besar. Namun terlepas dari ingin-ingin itu. Saya selalu berdoa yang terpenting adalah anak saya sehat, normal dan menjadi anak yang soleh dan memberi manfaat bagi ummat serta mencintai ilmu pengetahuan. Apapun pilihan hidupnya kelak asal tidak bertentangan dengan agama, Insyaallah akan saya support semampu saya.
Dan saya cukup paham dengan puisi Kahlil Gibran dibawah ini:
Anak-anakmu
Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu
Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki ikiran mereka sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh tapi bukan jiwa mereka,
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi
Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu
Engkau adalah busur-busur tempat anak-anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan
Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia meregangkanmu dengan kekuatannya sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh
Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur yang telah diluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.
Tampilkan postingan dengan label fun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fun. Tampilkan semua postingan
Selasa, 12 Januari 2010
Sabtu, 19 Desember 2009
Antara saya, mantan calon pacar, mantan dan pacar mantan saya ;)
OK. Inilah kekonyolan yang saya lakukan hari ini. Iseng mencari di mesin pencari di situs jejaring social nama-nama mantan calon pacar saya (sebagian besar kita mungkin punya banyak mantan calon pacar-lawan jenis yang hampir menjadi pacar tapi karena satu dan hal lain gak kesampaian), kemudian mantan pacar, dan sialnya saya juga sempat melihat pacar mantan pacar saya! Hahahha
Anggap saja ini efek dari ‘liburan membosankan dan ga tau mesti ngapain’ jadinya saya malah browsing2 gak jelas. Jangan pula berpikir saya masih belum bisa melupakan masa lalu saya dan terobsesi dengan mantan pacar saya. Bukan, sama sekali bukan cuma setan penasaran sedang kuat banget bersemayam di pikiran saya sehingga entah kenapa saya ingin tau aja bagaimana keadaan orang2 yang dulu pernah begitu dekat dengan kehidupan saya.
Pertama saya search nama lengkap cinta monyet saya ketika SMP. Well ketika SMP saya punya dua sosok pacar idaman yang kedua-duanya hanya berstatus –calon mantan pacar- suka-sukaan, naksir-naksiran namun gak sempat terucapkan jadinya sampai sekarang kami (saya) penasaran setengah mampus! (bohong! ;))
Mantan calon pacar si Mr. A udah ketemu dan kami temenan di FB. Seneng banget melihat dia sekarang, tanpa ingin mengulang yang dulu tidak tuntas (ah, barangkali saya saja yg ke-GR-an kami ada apa-apanya ketika SMP dulu ;)) tapi komunikasi cukup lancar dan yah, kami berteman sekarang dan saya cukup senang dengan hal itu mengingat dulu ketika SMP jangankan menyapa namanya, melihat wajahnya saja ketika berpapasan saya begitu malu hahaha :D
Mantan calon pacar si Mr. B. Saya baru teringat dengannya tadi siang, browsing dan menemukannya! Wow, dia baru saja menikah! Jujur saya heran hal apa yang membuat saya dulu begitu tergila-gila padanya. OK, dia memang cakep bgt waktu itu. Dia juga idola cewek-cewek, dia punya selera humor dan selera musik yang sama dengan saya dan kami sekelas dari kelas 1 sampai kelas 3. Dan dia adalah best friend saya ketika itu Hahahah..tapi sekarang sedikitpun saya ga menemukan alasan apa yang bisa membuat saya tertarik dengan dia. Dia hanyalah cowok biasa.. Ah, cinta monyet!
Dan ini dia si Mr. C. Ini gak Cuma calon tapi beneran mantan pacar saya. Cowok yang membuat saya patah hati dan menangis darah serta hancur berkeping-keping *lebay* ;) Bagaimana saya bisa jelaskan. Mr. C adalah cocok yang sebelum menjadi pacar saya dulu sedikitpun gak masuk kategori saya ketika itu. Masa-masa ABG fisik emang sangat penting. Nah, si Mr. C sedikitpun gak masuk kategori pria berfisik menarik. Gendut, item, bulet. Hihihi jahat bgt ya? Namun berkat kegigihannya untuk mendapatkan cinta saya *cuih bahasanya* saya akhirnya ga tega menolak dan jadilah dia pacar saya. Entah pakai ilmu sihir apa, setelah jadian saya akhirnya menyukainya. Mungkin karena dia baik atau karena kesabarannya pokoknya saat itu saya bisa mencintainya!
Dan setelah beberapa waktu bersama datanglah bencana bernama Miss. D. Pacar saya yang bulet itu pun mulai mendua. Dia meninggalkan saya demi Miss D! WTF! Bener2 cowok ga tau diri (ini kata sahabat2 saya yang tau betul kisah jatuh bangun si Mr. C mengejar2 saya) Hahahha..
Dan hari berganti bulan, bulan berganti tahun..Saya ga pernah lagi bertemu dengan si Mr. D. Masih sempat setelah bencana itu datang dia menemui saya naga-naganya sih pengen balik cuma waktu itu saya begitu terluka dan tidak sudi melihat mukanya lagi. Dan waktu memang obat yang paling mujarab, perlahan saya bisa melupakan dan akhirnya bisa mentertawakan kebodohan saya kenapa begitu menggilainya. Sejatinya saya waktu itu tidak bahagia bersamanya. Kami gak pernah nyambung.
Contoh ringan selera musik, ketika saya tergila-gila dengan Westlife, Back Street Boys dan boy band2 lainnya dia malah memutar lagu2 semacam Gereja Tua dan lagu2 Pance Pondaag dan Ratih Purwasih di tape mobilnya. OMG! :D
Ketika saya tenggelam dengan buku-buku di perpustakaan, dia malah lebih suka nongkrong2 ga jelas dengan geng-nya di kantin.
Dan begitu banyak ketidak nyambungan lainnya antara saya dan dia. Satu-satunya yang membuat kami bertahan adalah saya ‘mencintainya dan dia mencintai saya. Ah, saya juga tidak tahu cinta macam apakah yang kami pertahankan ketika itu?
Well, kembali ke topik awal. Saya menemukannya di FB setelah tujuh taun. Tentu saja saya tidak ingin mengklik add as friend di profilnya. Saya terlalu gengsi untuk itu. Cuma saya bisa melihat info dan foto-fotonya. Dia masih sama seperti dulu. Gendut, bulet tapi gak item kaya dulu lagi. Agak lebih cerah dikit.
Dan..dan.. saya melihat bencana itu! Si Miss D! Damn! Mereka MASIH bersama? Hohoho….sabar, saya tidak cemburu lagian apa peduli saya? Toh dia bukan siapa-siapa saya lagi. Toh, sekarang saya sudah menikah dan mempunyai suami yang luar biasa dan mencintai saya. Toh, hidup saya alhamdulillah bahagia. Tapi kenapa ada semacam rasa aneh menyusup di hati saya? Cercalah saya tapi jujur saya merasa tersaingi.
Tidak apa-apa kalau sekarang si Mr. C menikah atau bepacaran dengan cewek manapun tapi bukan si Miss D! Perempuan yang merebut perhatian Mr. D dari saya (DULU!) Bukan dia..bukan dia.. :D
Apakah saya sudah sinting?
Ego saya terancam oleh hal yang sungguh sangat konyol! Sekarang tentu saja saya tidak merasakan apa-apa lagi dengan si Mr. C. Malah saya bersyukur saya putus dengannya dan bertemu dengan suami saya. Cuma saya belum bisa ‘berdamai’ dengan Miss D!
Sederhanyanya begini:
Mr. C yang dulunya (gendut, bulet, item dan ga menarik) dan karena belas kasihan saya akhirnya bisa menjadi pacar saya dengan tidak tahu dirinya (ini kata sahabat2 saya) meninggalkan saya demi Miss D!. Ego saya tersinggung! *sok dramatis* Hahhaha :D
Ah, gak lah. Saya bercanda. Saya memang kaget ketika melihat foto dan komentar2 mesra mereka. Namun akhirnya blasss tawar, saya ga merasakan apa-apa lagi.
..
Tulisan ini just for fun doang. Ga ada maksud apa-apa. Saya turut berbahagia atas pernikahan Mr. B. Saya juga senang ‘ketemu’ Mr. C dan barangkali Miss D adalah soulmate-nya dia. Saya cuma menuangkan perasaan saya lewat tulisan ini dengan sedikit mendramatisasi. Kalau suatu saat kalian terdampar diblog ini dan membaca tulisan ini, percayalah ini bukan bermaksud menyakiti kalian. Tapi Cuma untuk mengabadikan sepotong kenangan tentang kalian ;)
Anggap saja ini efek dari ‘liburan membosankan dan ga tau mesti ngapain’ jadinya saya malah browsing2 gak jelas. Jangan pula berpikir saya masih belum bisa melupakan masa lalu saya dan terobsesi dengan mantan pacar saya. Bukan, sama sekali bukan cuma setan penasaran sedang kuat banget bersemayam di pikiran saya sehingga entah kenapa saya ingin tau aja bagaimana keadaan orang2 yang dulu pernah begitu dekat dengan kehidupan saya.
Pertama saya search nama lengkap cinta monyet saya ketika SMP. Well ketika SMP saya punya dua sosok pacar idaman yang kedua-duanya hanya berstatus –calon mantan pacar- suka-sukaan, naksir-naksiran namun gak sempat terucapkan jadinya sampai sekarang kami (saya) penasaran setengah mampus! (bohong! ;))
Mantan calon pacar si Mr. A udah ketemu dan kami temenan di FB. Seneng banget melihat dia sekarang, tanpa ingin mengulang yang dulu tidak tuntas (ah, barangkali saya saja yg ke-GR-an kami ada apa-apanya ketika SMP dulu ;)) tapi komunikasi cukup lancar dan yah, kami berteman sekarang dan saya cukup senang dengan hal itu mengingat dulu ketika SMP jangankan menyapa namanya, melihat wajahnya saja ketika berpapasan saya begitu malu hahaha :D
Mantan calon pacar si Mr. B. Saya baru teringat dengannya tadi siang, browsing dan menemukannya! Wow, dia baru saja menikah! Jujur saya heran hal apa yang membuat saya dulu begitu tergila-gila padanya. OK, dia memang cakep bgt waktu itu. Dia juga idola cewek-cewek, dia punya selera humor dan selera musik yang sama dengan saya dan kami sekelas dari kelas 1 sampai kelas 3. Dan dia adalah best friend saya ketika itu Hahahah..tapi sekarang sedikitpun saya ga menemukan alasan apa yang bisa membuat saya tertarik dengan dia. Dia hanyalah cowok biasa.. Ah, cinta monyet!
Dan ini dia si Mr. C. Ini gak Cuma calon tapi beneran mantan pacar saya. Cowok yang membuat saya patah hati dan menangis darah serta hancur berkeping-keping *lebay* ;) Bagaimana saya bisa jelaskan. Mr. C adalah cocok yang sebelum menjadi pacar saya dulu sedikitpun gak masuk kategori saya ketika itu. Masa-masa ABG fisik emang sangat penting. Nah, si Mr. C sedikitpun gak masuk kategori pria berfisik menarik. Gendut, item, bulet. Hihihi jahat bgt ya? Namun berkat kegigihannya untuk mendapatkan cinta saya *cuih bahasanya* saya akhirnya ga tega menolak dan jadilah dia pacar saya. Entah pakai ilmu sihir apa, setelah jadian saya akhirnya menyukainya. Mungkin karena dia baik atau karena kesabarannya pokoknya saat itu saya bisa mencintainya!
Dan setelah beberapa waktu bersama datanglah bencana bernama Miss. D. Pacar saya yang bulet itu pun mulai mendua. Dia meninggalkan saya demi Miss D! WTF! Bener2 cowok ga tau diri (ini kata sahabat2 saya yang tau betul kisah jatuh bangun si Mr. C mengejar2 saya) Hahahha..
Dan hari berganti bulan, bulan berganti tahun..Saya ga pernah lagi bertemu dengan si Mr. D. Masih sempat setelah bencana itu datang dia menemui saya naga-naganya sih pengen balik cuma waktu itu saya begitu terluka dan tidak sudi melihat mukanya lagi. Dan waktu memang obat yang paling mujarab, perlahan saya bisa melupakan dan akhirnya bisa mentertawakan kebodohan saya kenapa begitu menggilainya. Sejatinya saya waktu itu tidak bahagia bersamanya. Kami gak pernah nyambung.
Contoh ringan selera musik, ketika saya tergila-gila dengan Westlife, Back Street Boys dan boy band2 lainnya dia malah memutar lagu2 semacam Gereja Tua dan lagu2 Pance Pondaag dan Ratih Purwasih di tape mobilnya. OMG! :D
Ketika saya tenggelam dengan buku-buku di perpustakaan, dia malah lebih suka nongkrong2 ga jelas dengan geng-nya di kantin.
Dan begitu banyak ketidak nyambungan lainnya antara saya dan dia. Satu-satunya yang membuat kami bertahan adalah saya ‘mencintainya dan dia mencintai saya. Ah, saya juga tidak tahu cinta macam apakah yang kami pertahankan ketika itu?
Well, kembali ke topik awal. Saya menemukannya di FB setelah tujuh taun. Tentu saja saya tidak ingin mengklik add as friend di profilnya. Saya terlalu gengsi untuk itu. Cuma saya bisa melihat info dan foto-fotonya. Dia masih sama seperti dulu. Gendut, bulet tapi gak item kaya dulu lagi. Agak lebih cerah dikit.
Dan..dan.. saya melihat bencana itu! Si Miss D! Damn! Mereka MASIH bersama? Hohoho….sabar, saya tidak cemburu lagian apa peduli saya? Toh dia bukan siapa-siapa saya lagi. Toh, sekarang saya sudah menikah dan mempunyai suami yang luar biasa dan mencintai saya. Toh, hidup saya alhamdulillah bahagia. Tapi kenapa ada semacam rasa aneh menyusup di hati saya? Cercalah saya tapi jujur saya merasa tersaingi.
Tidak apa-apa kalau sekarang si Mr. C menikah atau bepacaran dengan cewek manapun tapi bukan si Miss D! Perempuan yang merebut perhatian Mr. D dari saya (DULU!) Bukan dia..bukan dia.. :D
Apakah saya sudah sinting?
Ego saya terancam oleh hal yang sungguh sangat konyol! Sekarang tentu saja saya tidak merasakan apa-apa lagi dengan si Mr. C. Malah saya bersyukur saya putus dengannya dan bertemu dengan suami saya. Cuma saya belum bisa ‘berdamai’ dengan Miss D!
Sederhanyanya begini:
Mr. C yang dulunya (gendut, bulet, item dan ga menarik) dan karena belas kasihan saya akhirnya bisa menjadi pacar saya dengan tidak tahu dirinya (ini kata sahabat2 saya) meninggalkan saya demi Miss D!. Ego saya tersinggung! *sok dramatis* Hahhaha :D
Ah, gak lah. Saya bercanda. Saya memang kaget ketika melihat foto dan komentar2 mesra mereka. Namun akhirnya blasss tawar, saya ga merasakan apa-apa lagi.
..
Tulisan ini just for fun doang. Ga ada maksud apa-apa. Saya turut berbahagia atas pernikahan Mr. B. Saya juga senang ‘ketemu’ Mr. C dan barangkali Miss D adalah soulmate-nya dia. Saya cuma menuangkan perasaan saya lewat tulisan ini dengan sedikit mendramatisasi. Kalau suatu saat kalian terdampar diblog ini dan membaca tulisan ini, percayalah ini bukan bermaksud menyakiti kalian. Tapi Cuma untuk mengabadikan sepotong kenangan tentang kalian ;)
Langganan:
Postingan (Atom)