Jumat, 23 Oktober 2015
.. dan waktu berlalu begitu cepat..
Sempat lupa kalo pernah punya blog dan setelah melihat postingan terakhir april 2012. Gila. itu udah lebih tiga tahun yang lalu. yang jelas sih saat ini gw bukan mau mosting atau apa. Ingat password aja udahbsyukir banget. Kapan-kapan kalo sempat gw akan apdet.. ☺
Minggu, 15 April 2012
gak jelas
Obrolan tentang kehidupan setelah menikah dan sebelum menikah memang gak ada habisnya ya. Seringnya gw dengar, yang masih lajang bilang pengen menikah, yang udah menikah bilang pengen megulang lagi masa2 menjadi lajang :D
Kepada taman2 gw yang masih lajang yang beberapa dari mereka pernah curhat masalah ini, gw ingin katakan kehidupan pernikahan tidak melulu indah seperti yang kalian bayangkan. Gw mau ceritain yang realistisnya dulu aja deh, dan ini gw ambil dari pengalaman gw dan pengalaman teman2, kenalan dan orang2 lain yang juga sudah menikah.
1. gak bisa lagi 'egois' maksud gw , ketika menikah kita mau gak mau, sadar ata tidak sadar umumnya lebih mendahulukan kepentingan/kebutuhan pasangan/anak daripada kepentingan kita sendiri..ex: setelah semua urusan suami dan anak kelar, sisa2 waktu baru digunain untuk diri sendiri.
2. pikiran bercabang2, ketika masih lajang mungkin yang umumnya dipikiran hanya soal pekerjaan dan soal cinta. Namun ketika menikah dan punya anak, otak tidak pernah berhenti berpikir, soal uang, soal rumah, tagihan ini itu, kesehatan anak, perkembangan anak, kebutuhan/keinginan pasangan, orang tua, mertua, saudara, ipar2, dan tetek bengek urusan rumah tangga lainnya, dll.dll.dll
Walau juga tidak memungkiri, seberat apapun kehidupan yang dijalani, tetap menyenangkan ketika kita melaluinya dengan bergandengan tangan dengan pasangan, atau ketika sedang sedih dan gembira tetap lebih menyenangkan ada seseorang untuk dipeluk daripada merasakannya seorang diri :)
Tapiii..bagi teman2 yang lajang, kalian kadang juga sumber 'keirian' bagi para kaum yang sudah menikah. Bebas jalan kemanapun, bebas mau melakukan apapun, gak harus mikirin ini itu, lebih banyak waktu untuk diri sendiri dan bebas tebar pesona kemanapun hahahaha..
Jadi intinya sih, baik menikah atau belum/tidak menikah hanya soal waktu dan pilihan hidup masing-masing kita. Dan kebahagiaan bukan terletak pada apakah kita sudah menikah atau belum menikah. Toh ada juga pasangan yang menderita lahir batin setelah menikah dan memilih perceraian sebagai jalan keluar. Dan ada juga lajang bahagia walaupun udah mau 40 tahun. ;)
Kepada taman2 gw yang masih lajang yang beberapa dari mereka pernah curhat masalah ini, gw ingin katakan kehidupan pernikahan tidak melulu indah seperti yang kalian bayangkan. Gw mau ceritain yang realistisnya dulu aja deh, dan ini gw ambil dari pengalaman gw dan pengalaman teman2, kenalan dan orang2 lain yang juga sudah menikah.
1. gak bisa lagi 'egois' maksud gw , ketika menikah kita mau gak mau, sadar ata tidak sadar umumnya lebih mendahulukan kepentingan/kebutuhan pasangan/anak daripada kepentingan kita sendiri..ex: setelah semua urusan suami dan anak kelar, sisa2 waktu baru digunain untuk diri sendiri.
2. pikiran bercabang2, ketika masih lajang mungkin yang umumnya dipikiran hanya soal pekerjaan dan soal cinta. Namun ketika menikah dan punya anak, otak tidak pernah berhenti berpikir, soal uang, soal rumah, tagihan ini itu, kesehatan anak, perkembangan anak, kebutuhan/keinginan pasangan, orang tua, mertua, saudara, ipar2, dan tetek bengek urusan rumah tangga lainnya, dll.dll.dll
Walau juga tidak memungkiri, seberat apapun kehidupan yang dijalani, tetap menyenangkan ketika kita melaluinya dengan bergandengan tangan dengan pasangan, atau ketika sedang sedih dan gembira tetap lebih menyenangkan ada seseorang untuk dipeluk daripada merasakannya seorang diri :)
Tapiii..bagi teman2 yang lajang, kalian kadang juga sumber 'keirian' bagi para kaum yang sudah menikah. Bebas jalan kemanapun, bebas mau melakukan apapun, gak harus mikirin ini itu, lebih banyak waktu untuk diri sendiri dan bebas tebar pesona kemanapun hahahaha..
Jadi intinya sih, baik menikah atau belum/tidak menikah hanya soal waktu dan pilihan hidup masing-masing kita. Dan kebahagiaan bukan terletak pada apakah kita sudah menikah atau belum menikah. Toh ada juga pasangan yang menderita lahir batin setelah menikah dan memilih perceraian sebagai jalan keluar. Dan ada juga lajang bahagia walaupun udah mau 40 tahun. ;)
Kamis, 29 Maret 2012
Tahun Ketiga kita
Alhamdulillah udah tahun ketiga 'mengupas bawang' bersama Mr. J.
Gak ada perayaan, gak ada yang spesial, bahkan ketika pagi hari di tanggal 27 maret gw terbangun dan membisikkan di kuping Mr. J, ingat hari apa sekarang? dia balik nanya, apa? hahaha suamiku memang tak romantis tapi gw udah lama berdamai dengan itu.
Mungkin gw terlalu banyak nonton film2 romantis dan mengharapkan semua hal di film2 tersebut terjadi di kehidupan nyata gw.
Sore hari sepulang kerja dan menunggu waktu magrib tiba, gw, dafi dan Mr.J leyeh2 dan becandaan Dafi di kasur, gw masih belum putus asa dan kembali menanyakan ingat gak sekarang hari apa, dia tertawa, dan berkata "ingatlah tiga tahun yang lalu kita menikah dan tanpa terasa sekarang sudah ada dafi diantara kita, kalian berdua adalah duniaku"
Hahahha, sesederhana itu, dan hanya itu yang perlu bagi gw.
Bagi seorang yang melankolis dan romantis hal-hal kecil dan terlihat sepele tampak begitu penting. Dan menikah dengan pasangan yang mempunyai sifat yang sangat bertolak belakang memang harus punya trik2 khusus. Yang pasti gw selalu berusaha menunjukkan apa yang gw mau, dan apa yang gw ingin, dia lakukan kepada gw. Bersyukur juga dia open minded dan memang lebih suka gw terbuka daripada menyimpan-nyimpan perasaan.
Tak banyak yang gw harapkan, semoga kami selalu bisa tumbuh dan berkembang ke arah yang lebih baik seiring waktu. Saling mendukung dan menemani dalam suka dan duka. Saling mencintai dan menyayangi sampai maut memisahkan. Dan menjadi orangtua yang bertanggung jawab untuk anak2 kami. Amin.
Happy 3rd anniversary Uda, tak selalu bahagia namun duka pun pernah menghampiri tapi apapun itu gw ingin kita selalu bergandengan tangan melewatinya :)
Gak ada perayaan, gak ada yang spesial, bahkan ketika pagi hari di tanggal 27 maret gw terbangun dan membisikkan di kuping Mr. J, ingat hari apa sekarang? dia balik nanya, apa? hahaha suamiku memang tak romantis tapi gw udah lama berdamai dengan itu.
Mungkin gw terlalu banyak nonton film2 romantis dan mengharapkan semua hal di film2 tersebut terjadi di kehidupan nyata gw.
Sore hari sepulang kerja dan menunggu waktu magrib tiba, gw, dafi dan Mr.J leyeh2 dan becandaan Dafi di kasur, gw masih belum putus asa dan kembali menanyakan ingat gak sekarang hari apa, dia tertawa, dan berkata "ingatlah tiga tahun yang lalu kita menikah dan tanpa terasa sekarang sudah ada dafi diantara kita, kalian berdua adalah duniaku"
Hahahha, sesederhana itu, dan hanya itu yang perlu bagi gw.
Bagi seorang yang melankolis dan romantis hal-hal kecil dan terlihat sepele tampak begitu penting. Dan menikah dengan pasangan yang mempunyai sifat yang sangat bertolak belakang memang harus punya trik2 khusus. Yang pasti gw selalu berusaha menunjukkan apa yang gw mau, dan apa yang gw ingin, dia lakukan kepada gw. Bersyukur juga dia open minded dan memang lebih suka gw terbuka daripada menyimpan-nyimpan perasaan.
Tak banyak yang gw harapkan, semoga kami selalu bisa tumbuh dan berkembang ke arah yang lebih baik seiring waktu. Saling mendukung dan menemani dalam suka dan duka. Saling mencintai dan menyayangi sampai maut memisahkan. Dan menjadi orangtua yang bertanggung jawab untuk anak2 kami. Amin.
Happy 3rd anniversary Uda, tak selalu bahagia namun duka pun pernah menghampiri tapi apapun itu gw ingin kita selalu bergandengan tangan melewatinya :)
Selasa, 27 Maret 2012
What's Your Number? Sebuah renungan :)
Beberapa hari lalu gw nonton film berjdul What's Your Number?' mungkin kalo dikategorikan sebagai makanan film ini semacam junk food gak ada gizinya tapi enak. Hehehe, maksud gw filmnya ga mutu tapi lumayan menghibur.
Berkisah tentang seorang cewek yang lagi galau karena gak pernah bisa bertahan dengan pasangannya, dan dia pun bingung karena adik permpuannya bakal menikah dan dia belum juga menemukan pasangan yang tepat untuk bisa diajak menghadiri pesta pernikahan adiknya, you know seseorang yang terlhat 'pantas' untuk kau kenalkan dengan ibumu :)
Sampai akhirnya dia dipecat oleh bossnya dan ketika dalam perjalanan pulang dari kantor di atas kereta dia tanpa sengaja membaca sebuah artikel yang berjudul 'Berapakah pria yang sudah kau tiduri?' menurut artikel itu batas maksimal adalah 20, kalau diatas 20, hampir dipastikan kau adalah perempuan yang ditakdirkan tidak akan pernah punya pasangan lagi..
Dia panik, dan mulai kesetanan mendata semua pria yang pernah kencan dengannya dan tau apa? Jumlahnya 19! Dia benar2 shock, dan bersumpah kalau pria ke 20 adalah yang akan jadi pasangan terakhirnya. :)
Di pesta pertunangan adiknya dia ketemu dengan boss yang memecatnya itu, dan karena terlalu mabuk tanpa sadar akhirnya dia pun tidur dengan sang mantan boss. Woalla..
Dia makin panik ketika mnayadari hal itu dan si mantan boss jelas2 bukanlah pria yang pantas untuk dijadikan pasangan seumur hidup.
Singkat cerita dia meminta bantuan the guy next door utk mencari para mantan2 pacarnya dulu, dengan harapan salah satu dari mereka bisa menjadi pacarnya lagi, jadi dia gak perlu kena 'kutukan angka ke 20' tersebut.
Bisa ditebak, dari semua mantan2 pacar yang bisa dihubungi itu gak ada satupun yang nyangkut, everybody's changing dan kau gak bisa mengubah seseorang/dirimu sendiri untuk menjadi sosok yang kau inginkan/orang lain inginkan. Bahkan seorang Jake Adam pun gak bisa mebuat dia benar2 jatuh cinta, seseorang yang hampir sempurna, yang dari dulu adalah pria impiannya.
Ending cerita, dia akhirnya menyadari orang yang benar2 tulus menerima dia apa adanya meskipun dia adalah seorang bitchi yg udah meniduri hampir 20 pria adalah si guy next door yang mebantunya mencari para mantan pacarnya itu. Pria yang bersamanya dia bahagia menjadi dirinya sendiri. Kedengarannya klise bukan?
Moral cerita adalah, kau bisa saja punya pasangan ideal dalam pikiranmu, seseorang yang cantik/ganteng, yang pintar namun tidak terlihat aneh, yang sopan namun tidak kaku, yang kaya dan berpendidikan tinggi, yang menyukai musik dan film yang juga kau sukai, yang memiliki minat dan hobi yang sama. But, hei orang2 seperti itu tidak pernah ada, gambaran 'sempurna' tentang seorang pasangan ideal itu tidak ada di dunia nyata dan kalau pun ada, ada aja hal-hal yang mebuatmu mungkin tidak bisa menerima mereka menjadi pasanganmu..
Seperti Ally tokoh di film ini, dia akhirnya bertemu mantan pacarnya Jake Adam seseorang yang sempurna, seseorang yang pernah menjadi sosok pasangan ideal di dalam impiannya, yang bahkan juga memintanya untuk menjadi pasangan hidupnya tapi Ally menolak karena dunia Jake sangat berbeda jauh dengan dunianya saat ini dan dia tidak mau terjebak dengan suatu hubungan dimana dia tidak bisa menjadi dirinya sendiri. Simple.
OK, gw nulis ini karena sebelumnya sempat melihat beberapa 'mantan pasangan ideal di pikiran ababil gw dulu' di jejaring sosial dan tertawa geli. Gw tidak bisa membayangkan apa jadinya kalau salah satu dari mereka yang jadi pasangan hidup gw sekarang. Melihat kehidupan mereka sekarang dan kehidupan gw sekarang rasanya gak mungkin bagi gw untuk bisa bahagia dengan mereka, atau mereka belum tentu juga bisa bahagia dengan gw. Semua memang sudah benar begini adanya, Tuhan sudah mengatur dengan benar dan pas. And I deal with it :)
Berkisah tentang seorang cewek yang lagi galau karena gak pernah bisa bertahan dengan pasangannya, dan dia pun bingung karena adik permpuannya bakal menikah dan dia belum juga menemukan pasangan yang tepat untuk bisa diajak menghadiri pesta pernikahan adiknya, you know seseorang yang terlhat 'pantas' untuk kau kenalkan dengan ibumu :)
Sampai akhirnya dia dipecat oleh bossnya dan ketika dalam perjalanan pulang dari kantor di atas kereta dia tanpa sengaja membaca sebuah artikel yang berjudul 'Berapakah pria yang sudah kau tiduri?' menurut artikel itu batas maksimal adalah 20, kalau diatas 20, hampir dipastikan kau adalah perempuan yang ditakdirkan tidak akan pernah punya pasangan lagi..
Dia panik, dan mulai kesetanan mendata semua pria yang pernah kencan dengannya dan tau apa? Jumlahnya 19! Dia benar2 shock, dan bersumpah kalau pria ke 20 adalah yang akan jadi pasangan terakhirnya. :)
Di pesta pertunangan adiknya dia ketemu dengan boss yang memecatnya itu, dan karena terlalu mabuk tanpa sadar akhirnya dia pun tidur dengan sang mantan boss. Woalla..
Dia makin panik ketika mnayadari hal itu dan si mantan boss jelas2 bukanlah pria yang pantas untuk dijadikan pasangan seumur hidup.
Singkat cerita dia meminta bantuan the guy next door utk mencari para mantan2 pacarnya dulu, dengan harapan salah satu dari mereka bisa menjadi pacarnya lagi, jadi dia gak perlu kena 'kutukan angka ke 20' tersebut.
Bisa ditebak, dari semua mantan2 pacar yang bisa dihubungi itu gak ada satupun yang nyangkut, everybody's changing dan kau gak bisa mengubah seseorang/dirimu sendiri untuk menjadi sosok yang kau inginkan/orang lain inginkan. Bahkan seorang Jake Adam pun gak bisa mebuat dia benar2 jatuh cinta, seseorang yang hampir sempurna, yang dari dulu adalah pria impiannya.
Ending cerita, dia akhirnya menyadari orang yang benar2 tulus menerima dia apa adanya meskipun dia adalah seorang bitchi yg udah meniduri hampir 20 pria adalah si guy next door yang mebantunya mencari para mantan pacarnya itu. Pria yang bersamanya dia bahagia menjadi dirinya sendiri. Kedengarannya klise bukan?
Moral cerita adalah, kau bisa saja punya pasangan ideal dalam pikiranmu, seseorang yang cantik/ganteng, yang pintar namun tidak terlihat aneh, yang sopan namun tidak kaku, yang kaya dan berpendidikan tinggi, yang menyukai musik dan film yang juga kau sukai, yang memiliki minat dan hobi yang sama. But, hei orang2 seperti itu tidak pernah ada, gambaran 'sempurna' tentang seorang pasangan ideal itu tidak ada di dunia nyata dan kalau pun ada, ada aja hal-hal yang mebuatmu mungkin tidak bisa menerima mereka menjadi pasanganmu..
Seperti Ally tokoh di film ini, dia akhirnya bertemu mantan pacarnya Jake Adam seseorang yang sempurna, seseorang yang pernah menjadi sosok pasangan ideal di dalam impiannya, yang bahkan juga memintanya untuk menjadi pasangan hidupnya tapi Ally menolak karena dunia Jake sangat berbeda jauh dengan dunianya saat ini dan dia tidak mau terjebak dengan suatu hubungan dimana dia tidak bisa menjadi dirinya sendiri. Simple.
OK, gw nulis ini karena sebelumnya sempat melihat beberapa 'mantan pasangan ideal di pikiran ababil gw dulu' di jejaring sosial dan tertawa geli. Gw tidak bisa membayangkan apa jadinya kalau salah satu dari mereka yang jadi pasangan hidup gw sekarang. Melihat kehidupan mereka sekarang dan kehidupan gw sekarang rasanya gak mungkin bagi gw untuk bisa bahagia dengan mereka, atau mereka belum tentu juga bisa bahagia dengan gw. Semua memang sudah benar begini adanya, Tuhan sudah mengatur dengan benar dan pas. And I deal with it :)
Sabtu, 17 Maret 2012
film of the week
Kemaren akhirnya gw nonton juga film eat,pray,love dan Blackswan dan memoirs of geisha
Diluar dugaan film eatpraylove yang heboh banget itu karena syuting di bali tidak seperti yang gw bayangin. Menurut gw filmnya agak membosankan, gw sempat terkantuk-kantuk pada pertengahan film, kesimpulannya sih 'cinta sejati pasti akan datang ketika kau masih mau mebuka hati dan ,mencarinya'
Blackswan juga agak diluar dugaan, gw pikir filmnya rada-rada klasik dan membosankan gitu, ternyata nggak sama sekali. Ini film thriller gak sih? Cuma menurut gw bagus, Natalie Portman bermain total banget di film ini pantes aja banyak dapat penghargaan :)
Dan gw masih bertanya-tanya si natalie portman itu punya fantasi seksual gak normal ya di film ini? Apa dia semacam biseks atau malah lesbian? Atau malah seorang psycho yang sangat terobsesi dengan karirnya sehingga mau melakukan apa saja?
kesimpulan gw setelah melihat film ini 'ambisi dan impian besar itu bagus tapi kalau berlebihan dan membabi buta bisa membunuhmu' :p
Klo memoirs of geisha juga bagus, gw begitu menikmati dari awal sampai akhir. Dibuat tercengang-cengang dengan kehidupan geisha pada jamannya. Kesimpulan gw 'Cinta sejati pasti datang ketika kau percaya dan terus mencarinya' ahhahay
Gak kreatip banget sih gw, walo beda genre tapi kesimpulan film pertama dan film ketiga hampir sama menurut gw. Yah gw kan bukan kritikus film, tapi penikmat film :D
Diluar dugaan film eatpraylove yang heboh banget itu karena syuting di bali tidak seperti yang gw bayangin. Menurut gw filmnya agak membosankan, gw sempat terkantuk-kantuk pada pertengahan film, kesimpulannya sih 'cinta sejati pasti akan datang ketika kau masih mau mebuka hati dan ,mencarinya'
Blackswan juga agak diluar dugaan, gw pikir filmnya rada-rada klasik dan membosankan gitu, ternyata nggak sama sekali. Ini film thriller gak sih? Cuma menurut gw bagus, Natalie Portman bermain total banget di film ini pantes aja banyak dapat penghargaan :)
Dan gw masih bertanya-tanya si natalie portman itu punya fantasi seksual gak normal ya di film ini? Apa dia semacam biseks atau malah lesbian? Atau malah seorang psycho yang sangat terobsesi dengan karirnya sehingga mau melakukan apa saja?
kesimpulan gw setelah melihat film ini 'ambisi dan impian besar itu bagus tapi kalau berlebihan dan membabi buta bisa membunuhmu' :p
Klo memoirs of geisha juga bagus, gw begitu menikmati dari awal sampai akhir. Dibuat tercengang-cengang dengan kehidupan geisha pada jamannya. Kesimpulan gw 'Cinta sejati pasti datang ketika kau percaya dan terus mencarinya' ahhahay
Gak kreatip banget sih gw, walo beda genre tapi kesimpulan film pertama dan film ketiga hampir sama menurut gw. Yah gw kan bukan kritikus film, tapi penikmat film :D
Dasar 'Padang' :p
Lagi misuh-misuh gak jelas nih, sampai detik ini gw masih gak abis pikir kenapa ada manusia seperti perempewi itu yang luar biasa pelitnya. Aduh, capek gak sih berhubungan dengan orang yang hitung-hitungannya ampun-ampunan banget kaya dia?
Kalo orang bilang, Padang banget lu. Kalau merantau ke daerah lain orang umumnya menyimpulkan kalau seseorang pelit pasti orang Padang, padahal gak juga kok. Klo pelit ya pelit aja gak mesti karena dia berasal dari daerah tertentu. Cuma kebetulan perempewi ini memang orang padang juga ahhahaha :D
Hidup memang perlu banget hitung-hitungan. Cuma ya jangan sekejam itu juga lho hitungannya, apalagi soal bisnis. Dalam bisnis memang menganut prinsip modal kecil untung besar, tapi gw belum pernah nemu bisnis yang gak bermodal sama sekali. Bisnis apaan tuh? Masak ga mau keluar modal? bisnis apa bu? bisnis kentut? :p
Apalagi dia udah surplus berkali-kali, dan untuk mengeluarkan dana sekecil itu aja ogah? Bahkan mungkin harga makan siangnya aja lebih mahal dari modal yang harus dikeluarkan itu.
Pada awalnya gw senang melihat ambisi dan semangatnya, orangnya lihai juga dan cocok lah untuk bisnis ini. Tapi setelah kejadian kemaren gw tercengang, ternyata bukan orang seperti itu yang gw cari sebagai 'core team'. So bye bye ajalah :)
Kalo orang bilang, Padang banget lu. Kalau merantau ke daerah lain orang umumnya menyimpulkan kalau seseorang pelit pasti orang Padang, padahal gak juga kok. Klo pelit ya pelit aja gak mesti karena dia berasal dari daerah tertentu. Cuma kebetulan perempewi ini memang orang padang juga ahhahaha :D
Hidup memang perlu banget hitung-hitungan. Cuma ya jangan sekejam itu juga lho hitungannya, apalagi soal bisnis. Dalam bisnis memang menganut prinsip modal kecil untung besar, tapi gw belum pernah nemu bisnis yang gak bermodal sama sekali. Bisnis apaan tuh? Masak ga mau keluar modal? bisnis apa bu? bisnis kentut? :p
Apalagi dia udah surplus berkali-kali, dan untuk mengeluarkan dana sekecil itu aja ogah? Bahkan mungkin harga makan siangnya aja lebih mahal dari modal yang harus dikeluarkan itu.
Pada awalnya gw senang melihat ambisi dan semangatnya, orangnya lihai juga dan cocok lah untuk bisnis ini. Tapi setelah kejadian kemaren gw tercengang, ternyata bukan orang seperti itu yang gw cari sebagai 'core team'. So bye bye ajalah :)
Kamis, 08 Maret 2012
In Memoriam 'Dek Faiz'
Segalanya milik Allah dan hanya kepadaNya semua kembali.
Ketika menulis ini airmata gw gak berhenti mengalir. Sekitar pukul 10 pagi tadi gw mendengar kabar kalo dek Faiz meninggal dunia. Dek faiz belum genap berusia 2,5 bulan. Gw belum pernah ketemu, cuma selembar foto yang dikirim melalui MMS dari sepupu yang menjadi kenangan bahwa ponakan terkecil udah lahir kedunia.
Gak jelas dek Faiz ini sakit apa tapi dari informasi yang gw dapet bahwa dek faiz sudah kuning sejak berumur 3 minggu, cuma ibunya gak menyadari kuningnya itu kenapa. Di pikir itu cuma kuning karena kurang cairan dan kurang kena sinar matahari. Cuma setelah usia 2 bulan kuningnya ga kunjung hilang dan ditambah lagi dengan tanda-tanda ganjil dari Dek Faiz spt tinja berwarna pucat seperti dempul cat, kulit kering dan gatal-gatal serta kuningnya makin jelas terlihat di telapak tangan, kaki dan dada ibunya segera memeriksakan ke dokter.
Dokter pun terkejut dan sempat 'memarahi' si ibu kenapa baru dibawa sekarang. Kata dokter kondisi dek Faiz udah parah. Ibu yang gak menyangka sperti itu langsung panik. Katanya dek Faiz menderita kelainan hati dan dikasih semacam obat2an. Ketika itulah si ibu menelpon gw dan menyatakan kegundahan hatinya. Gw juga pernah medengar kasus seperti ini, dan ada juga anak dua orang teman gw mngalami seperti ini, cuma kuningnya disadari ketika baru lahir dan itu diseabkan karena kadar bilirubinnya tinggi (gak tau juga istilahnya benar apa gak) namun karena langsung ketauan dan mendapat penanganan khusus, si bayi udah sehat dan gak kenapa-napa. Beda kasus barangkali dengan dek faiz ini.
Waktu itu gw kepikiran banget ama dek Faiz, sampai2 gw suruh untuk segera rujuk aja ke rumah sakit yang lebih canggih dari kota tempat dia bermukim sekarang, cuma barangkali masih ragu si ibu dan ayah dek Faiz masih menunggu sampai obat dari dokter habis dulu dan melihat tanda-tanda kalau saja dek Faiz bisa sembuh.
Beberapa hari sejak mendengar kabar dek Faiz sakit gw gak dengar kabar lagi, gw berharap dia berangsur membaik, sampai akhirnya magrib kemaren sepupu gw sms dan bilang kondisi dek faiz memburuk, gak bersuara sama sekali, kejang-kejang dan telapak tangan, kuku serta telapak kakinya putih/pucat banget. Gak mau menyusu dan minum apapun, dan air liurnya menetes terus. Ya Allah asli gw terenyuh dan takut banget dengernya. Menurutnya dek faiz segera dilarikan ke UGD dan dirujuk ke RS kekota lain yang lebih canggih dan menempuh perjalanan sekitar hampir 6 jam dengan ambulan.
Semalaman tidur gw gelisah, terbayanag dek Faiz terus, terbayang betapa gelisah dan risaunya ibu dan ayahnya. Gw gak sanggup membayangkan kalau kejadian itu menimpa gw. Sampai akhirnya subuh gw dapat kabar dari kakak gw yang baru saja menelpon ayah dek Faiz, katanya dek Faiz dirawat intensif, semua badannya dipakai slang macam-macam. Gak tega bayi 2 bulan itu harus menghadapi penyakit parah seperti itu.
Dan jam sepuluh tadi akhirnya gw mendengar kabar duka itu, dek faiz gak tertolong, kita semua sayang dengan dek faiz dan ternayata Allah lebih sayang sama dia. Penderitaannya berakhir sudah, namun menyisakan kepedihan di hati kita. Gw gak sanggup menelpon ibu dan ayah dek Faiz. Gak sanggup harus berkata apa. Kerongkongan gw sakit. Pahit.
Gw jadi ingat, sejak awal kehadiran dek Faiz. Sebenarnya ibunya gak ingin hamil lagi setelah sebelumnya punya tiga orang anak, Dek Faiz mungkin semcama 'anak tak diinginkan' dan ibunya sempat meolak kehadirannya, sempat hampir menggugurkannya. Naudzubillah! dan alasannya karena mengingat tiga anak sebelumnya penyakitan dan dia gak mau lagi kalo seandainya anak keempat ini lahir (dek Faiz) juga penyakitan. Mungkin itu cuma emosi sesaat, toh akhirnya setelah dek Faiz lahir dia tetap sayang kok, cuma ternyata ucapan seorang ibu benar2 seperti doa yaa..
Mudah-mudahan ini menjadi hikmah, kalau kita ga boleh ngomong asal-asalan, Karena kata-kata adalah doa, terlebih ucapan seorang ibu kepada anaknya.
Selamat jalan dek faiz. Walaupun kita belum ketemu, walaupun tante belum sempat menggendongmu tapi tante sayang padamu. Semoga ibu dan ayah dek Faiz juga tabah dan kuat menghadapi semua ini dan tidak terus menyesali diri. Tuhan Maha sempurna dengan semua rencana-Nya.
Ketika menulis ini airmata gw gak berhenti mengalir. Sekitar pukul 10 pagi tadi gw mendengar kabar kalo dek Faiz meninggal dunia. Dek faiz belum genap berusia 2,5 bulan. Gw belum pernah ketemu, cuma selembar foto yang dikirim melalui MMS dari sepupu yang menjadi kenangan bahwa ponakan terkecil udah lahir kedunia.
Gak jelas dek Faiz ini sakit apa tapi dari informasi yang gw dapet bahwa dek faiz sudah kuning sejak berumur 3 minggu, cuma ibunya gak menyadari kuningnya itu kenapa. Di pikir itu cuma kuning karena kurang cairan dan kurang kena sinar matahari. Cuma setelah usia 2 bulan kuningnya ga kunjung hilang dan ditambah lagi dengan tanda-tanda ganjil dari Dek Faiz spt tinja berwarna pucat seperti dempul cat, kulit kering dan gatal-gatal serta kuningnya makin jelas terlihat di telapak tangan, kaki dan dada ibunya segera memeriksakan ke dokter.
Dokter pun terkejut dan sempat 'memarahi' si ibu kenapa baru dibawa sekarang. Kata dokter kondisi dek Faiz udah parah. Ibu yang gak menyangka sperti itu langsung panik. Katanya dek Faiz menderita kelainan hati dan dikasih semacam obat2an. Ketika itulah si ibu menelpon gw dan menyatakan kegundahan hatinya. Gw juga pernah medengar kasus seperti ini, dan ada juga anak dua orang teman gw mngalami seperti ini, cuma kuningnya disadari ketika baru lahir dan itu diseabkan karena kadar bilirubinnya tinggi (gak tau juga istilahnya benar apa gak) namun karena langsung ketauan dan mendapat penanganan khusus, si bayi udah sehat dan gak kenapa-napa. Beda kasus barangkali dengan dek faiz ini.
Waktu itu gw kepikiran banget ama dek Faiz, sampai2 gw suruh untuk segera rujuk aja ke rumah sakit yang lebih canggih dari kota tempat dia bermukim sekarang, cuma barangkali masih ragu si ibu dan ayah dek Faiz masih menunggu sampai obat dari dokter habis dulu dan melihat tanda-tanda kalau saja dek Faiz bisa sembuh.
Beberapa hari sejak mendengar kabar dek Faiz sakit gw gak dengar kabar lagi, gw berharap dia berangsur membaik, sampai akhirnya magrib kemaren sepupu gw sms dan bilang kondisi dek faiz memburuk, gak bersuara sama sekali, kejang-kejang dan telapak tangan, kuku serta telapak kakinya putih/pucat banget. Gak mau menyusu dan minum apapun, dan air liurnya menetes terus. Ya Allah asli gw terenyuh dan takut banget dengernya. Menurutnya dek faiz segera dilarikan ke UGD dan dirujuk ke RS kekota lain yang lebih canggih dan menempuh perjalanan sekitar hampir 6 jam dengan ambulan.
Semalaman tidur gw gelisah, terbayanag dek Faiz terus, terbayang betapa gelisah dan risaunya ibu dan ayahnya. Gw gak sanggup membayangkan kalau kejadian itu menimpa gw. Sampai akhirnya subuh gw dapat kabar dari kakak gw yang baru saja menelpon ayah dek Faiz, katanya dek Faiz dirawat intensif, semua badannya dipakai slang macam-macam. Gak tega bayi 2 bulan itu harus menghadapi penyakit parah seperti itu.
Dan jam sepuluh tadi akhirnya gw mendengar kabar duka itu, dek faiz gak tertolong, kita semua sayang dengan dek faiz dan ternayata Allah lebih sayang sama dia. Penderitaannya berakhir sudah, namun menyisakan kepedihan di hati kita. Gw gak sanggup menelpon ibu dan ayah dek Faiz. Gak sanggup harus berkata apa. Kerongkongan gw sakit. Pahit.
Gw jadi ingat, sejak awal kehadiran dek Faiz. Sebenarnya ibunya gak ingin hamil lagi setelah sebelumnya punya tiga orang anak, Dek Faiz mungkin semcama 'anak tak diinginkan' dan ibunya sempat meolak kehadirannya, sempat hampir menggugurkannya. Naudzubillah! dan alasannya karena mengingat tiga anak sebelumnya penyakitan dan dia gak mau lagi kalo seandainya anak keempat ini lahir (dek Faiz) juga penyakitan. Mungkin itu cuma emosi sesaat, toh akhirnya setelah dek Faiz lahir dia tetap sayang kok, cuma ternyata ucapan seorang ibu benar2 seperti doa yaa..
Mudah-mudahan ini menjadi hikmah, kalau kita ga boleh ngomong asal-asalan, Karena kata-kata adalah doa, terlebih ucapan seorang ibu kepada anaknya.
Selamat jalan dek faiz. Walaupun kita belum ketemu, walaupun tante belum sempat menggendongmu tapi tante sayang padamu. Semoga ibu dan ayah dek Faiz juga tabah dan kuat menghadapi semua ini dan tidak terus menyesali diri. Tuhan Maha sempurna dengan semua rencana-Nya.
Kamis, 09 Februari 2012
tentang mimpi dan ujian matematika
Kira-kira dua tahuan ini gw sering banget ngalamin mimpi yang sama. Gak persis sama sih, karena setting cerita dan orang-orang yang ada di mimpi tersebut berbeda namun inti mimpi itu sama yaitu gw berada pada situasi mengahdapi ujian matematika dan gw gagal atau tidak lulus. Ketika dalam mimpi itu gw bersedih karena gak lulus ujian tersebut, gw langsung terbangun. Mimpi semacam itu udah gw alami lebih dari sepuluh kali. Apakah ada maksud dibalik mimpi itu?
Awalnya gw gak terlalu memikirkan, cuma karena berulang-ulang walaupun tidak berturut turut, bisa dalam rentang dua bulan atau tiga bulan sekali, tapi kalo gak salah sih dalam kurun waktu 2 tahun belakangan ini, dan gw mengalaminya lebih dari sepuluh kali. Bukankah itu agak aneh?
Gw mulai sibuk menganalisa mimpi tersebut, UJIAN MATEMATIKA. Well, dari sejak jaman esde gw memang tidak pernah menyukai pelajaran ini. Waktu esde nilai gw standar aja, dapat 7 atau 8, ketika esempe kisaran 6 dan 7 malah pernah sekali dapat nilai 5, ketika esem-a juga berkisar 6, 7, dan klo ga salah cuma 2 kali dapat 8. gw memang agak lemah dan benar-benar tidak menyukai pelajaran matematika dan ilmu2 eksakta pada umumnya. Namun lucunya gw masuk kelas unggulan ketika esem-a. Dimana anak2 unggulan ini di rancang untuk masuk program IPA pas kelas 3-nya. Dan begitulah..gw masuk IPA dan juga dapat undangan kuliah di Perguruan tinggi negeri tanpa tes di jurusan teknik Elektro yang udah nyata-nyata berisi ilmu eksakta dan matematika.
Waktu kuliah juga biasa aja, gw pernah dapet nilai E untuk matematika dasar dan waktu itu memang dosennya ngasih nilai E sekelas, ketika ngulang lagi gw malah dapat A yang gw ga tau kenapa bisa dapat A hehehe, untuk matematika terapan/lanjutan gw dapat B. Lumayan walaupun untuk Fisika 1 dan Fisika 2 gw dapat C dan D. Lagi-lagi beruntungnya gw termasuk mhasiswa yang duluan wisuda dengan IPK yang juga lumayan untuk ukuran anak teknik di jaman-jaman gw waktu itu 3,09.
Bertahun-tahun sudah gw terbebas dari matematika kenapa malah baru sekarang-sekarang ini dia menghantui gw? Di dalam mimpi itu, gw seolah masih bisa merasakan betapa kecewa dan sedihnya gw gak lulus. Betapa matematika itu begitu menakutkan bagi gw.. dan tiap kali gw terbangun gw sangat bahagia karena semua itu hanyalah mimpi.
Atau jangan-jangan ini sebenarnya gak ada hubungan dengan matematika? Mungkin alam bawah sadar gw secara tidak langsung mengekspresikan ketakutan2 gw soal hal yang lain yang gak ada hubungannya sama sekali dengan matematika? tapi apa itu? Gw mencoba berpikir jernih, apakah yang paling gw takutin dalam hidup gw?
Banyak hal, gw takut ada penyakit berbahaya di tubuh gw, gw takut jatuh miskin dan hidup melarat, gw takut orang-orang yang gw sayangi sakit dan kena musibah atau meninggalkan gw, gw takut tua dan menjadi jelek. Ketakutan yang 'cengeng' ya? Tapi kalo dipikir-pikir takutnya gw soal hal tersebut gak membabi buta kok, sekedarnya saja.. takut yang menurut gw gak sampai membuat gw stress dan harus terbawa mimpi.. Jadi bangkali bukan hal itu juga yang mebuat gw mimpi gagal ujian matematika :D
Ya sudahlah..kalaupun memang hal tsb yang membuat gw mimpi semacam itu, gw harus sering-sering istigfar deh, dan mulai belajar lebih keras lagi soal ilmu ikhlas dan tawakal.
Apa sih yang harus gw takutin? toh semuanya sudah diatur dengan maha sempurna oleh Allah. Yang penting gw harus memperbaiki hubungan gw agar lebih baik lagi dengan-Nya dan sesama. Setelah itu, biarkan berjalan sebagaimana mestinya.
Awalnya gw gak terlalu memikirkan, cuma karena berulang-ulang walaupun tidak berturut turut, bisa dalam rentang dua bulan atau tiga bulan sekali, tapi kalo gak salah sih dalam kurun waktu 2 tahun belakangan ini, dan gw mengalaminya lebih dari sepuluh kali. Bukankah itu agak aneh?
Gw mulai sibuk menganalisa mimpi tersebut, UJIAN MATEMATIKA. Well, dari sejak jaman esde gw memang tidak pernah menyukai pelajaran ini. Waktu esde nilai gw standar aja, dapat 7 atau 8, ketika esempe kisaran 6 dan 7 malah pernah sekali dapat nilai 5, ketika esem-a juga berkisar 6, 7, dan klo ga salah cuma 2 kali dapat 8. gw memang agak lemah dan benar-benar tidak menyukai pelajaran matematika dan ilmu2 eksakta pada umumnya. Namun lucunya gw masuk kelas unggulan ketika esem-a. Dimana anak2 unggulan ini di rancang untuk masuk program IPA pas kelas 3-nya. Dan begitulah..gw masuk IPA dan juga dapat undangan kuliah di Perguruan tinggi negeri tanpa tes di jurusan teknik Elektro yang udah nyata-nyata berisi ilmu eksakta dan matematika.
Waktu kuliah juga biasa aja, gw pernah dapet nilai E untuk matematika dasar dan waktu itu memang dosennya ngasih nilai E sekelas, ketika ngulang lagi gw malah dapat A yang gw ga tau kenapa bisa dapat A hehehe, untuk matematika terapan/lanjutan gw dapat B. Lumayan walaupun untuk Fisika 1 dan Fisika 2 gw dapat C dan D. Lagi-lagi beruntungnya gw termasuk mhasiswa yang duluan wisuda dengan IPK yang juga lumayan untuk ukuran anak teknik di jaman-jaman gw waktu itu 3,09.
Bertahun-tahun sudah gw terbebas dari matematika kenapa malah baru sekarang-sekarang ini dia menghantui gw? Di dalam mimpi itu, gw seolah masih bisa merasakan betapa kecewa dan sedihnya gw gak lulus. Betapa matematika itu begitu menakutkan bagi gw.. dan tiap kali gw terbangun gw sangat bahagia karena semua itu hanyalah mimpi.
Atau jangan-jangan ini sebenarnya gak ada hubungan dengan matematika? Mungkin alam bawah sadar gw secara tidak langsung mengekspresikan ketakutan2 gw soal hal yang lain yang gak ada hubungannya sama sekali dengan matematika? tapi apa itu? Gw mencoba berpikir jernih, apakah yang paling gw takutin dalam hidup gw?
Banyak hal, gw takut ada penyakit berbahaya di tubuh gw, gw takut jatuh miskin dan hidup melarat, gw takut orang-orang yang gw sayangi sakit dan kena musibah atau meninggalkan gw, gw takut tua dan menjadi jelek. Ketakutan yang 'cengeng' ya? Tapi kalo dipikir-pikir takutnya gw soal hal tersebut gak membabi buta kok, sekedarnya saja.. takut yang menurut gw gak sampai membuat gw stress dan harus terbawa mimpi.. Jadi bangkali bukan hal itu juga yang mebuat gw mimpi gagal ujian matematika :D
Ya sudahlah..kalaupun memang hal tsb yang membuat gw mimpi semacam itu, gw harus sering-sering istigfar deh, dan mulai belajar lebih keras lagi soal ilmu ikhlas dan tawakal.
Apa sih yang harus gw takutin? toh semuanya sudah diatur dengan maha sempurna oleh Allah. Yang penting gw harus memperbaiki hubungan gw agar lebih baik lagi dengan-Nya dan sesama. Setelah itu, biarkan berjalan sebagaimana mestinya.
Rabu, 08 Februari 2012
antara gw, merry riana dan resolusi 2012
Kemaren abis donlot buku merry ryana yang berjudul dare To Dream Big. Siapa sih yang ga kenal cewek tajir ini? Yang lagi booming2nya di media sosial. Cewek yang udah jadi milyuner di usia 26 tahun.
Yah, berhubung ada sesuatu yang gw ga tau apa di jaringan internet, buku tersebut ga berhasil di donlot sodara sodara! Tapi gw masih sempat baca sekilas isi buku tersebut yang sayangnya berbahasa Inggris. Dan dengan kemampuan Bahasa Inggris gw yang minim, gw berhasil mendapatkan beberapa poin penting dari buku tsb. Ini dia:
Yang paling penting dalam bisnis adalah : 3C, Capital, Contacts dan Capabilities
Kalimat yang juga paling ngena di gw adalah:
"Hard work always pays off, it's juat a matter of time". If you want to be successful, you need to be prepared not only to work hard, but to work REALLY HARD. There's no elevator to success. You have to take the stairs.
Udah itu aja yang sempat gw catet, sebelum semuanya ilang hehehe.
Hasrat gw untuk kembali menekuni bisnis online gw otomatis menyala lagi setelah membaca bukunya yang walau sekilas itu. Gila bisnis online yang gw jalanin itu gak main-main ternyata, tapi level dunia. Ngeces abis liat pencapaian-pencapain yang sudah di dapat oleh leader ataupun temen2 yang sama-sama merintis ama gw dulu. Mereka udah kemana-mana gw masih disini sini aja.
Ok, cukup sudah menyesali diri dan 'iri'dengan pencapaian orang lain, saatnya sekarang gw membenahi niat, cara kerja dan mind set gw soal kesuksesan itu sendiri. Insyaallah tahun 2012 ini tahun kebangkitan gw untuk mencapai tujuan utama gw yaitu 'kebebasan waktu dan finansial'
Aamiin.
NB ; Akhirnya gw punya resolusi juga untuk tahun ini :p
Yah, berhubung ada sesuatu yang gw ga tau apa di jaringan internet, buku tersebut ga berhasil di donlot sodara sodara! Tapi gw masih sempat baca sekilas isi buku tersebut yang sayangnya berbahasa Inggris. Dan dengan kemampuan Bahasa Inggris gw yang minim, gw berhasil mendapatkan beberapa poin penting dari buku tsb. Ini dia:
Yang paling penting dalam bisnis adalah : 3C, Capital, Contacts dan Capabilities
Kalimat yang juga paling ngena di gw adalah:
"Hard work always pays off, it's juat a matter of time". If you want to be successful, you need to be prepared not only to work hard, but to work REALLY HARD. There's no elevator to success. You have to take the stairs.
Udah itu aja yang sempat gw catet, sebelum semuanya ilang hehehe.
Hasrat gw untuk kembali menekuni bisnis online gw otomatis menyala lagi setelah membaca bukunya yang walau sekilas itu. Gila bisnis online yang gw jalanin itu gak main-main ternyata, tapi level dunia. Ngeces abis liat pencapaian-pencapain yang sudah di dapat oleh leader ataupun temen2 yang sama-sama merintis ama gw dulu. Mereka udah kemana-mana gw masih disini sini aja.
Ok, cukup sudah menyesali diri dan 'iri'dengan pencapaian orang lain, saatnya sekarang gw membenahi niat, cara kerja dan mind set gw soal kesuksesan itu sendiri. Insyaallah tahun 2012 ini tahun kebangkitan gw untuk mencapai tujuan utama gw yaitu 'kebebasan waktu dan finansial'
Aamiin.
NB ; Akhirnya gw punya resolusi juga untuk tahun ini :p
Sabtu, 21 Januari 2012
pengakuan
Kenapa Tuhan menciptakan kehidupan manusia tidak ada yang sempurna? Barangkali agar manusia tidak sombong dan senantiasa bersyukur atas hal yang diberikan padanya yang justru tidak diberikan kepada orang lain.
Gw hanya ingat gurauan seorang teman beberapa waktu lalu, " Gw iri sama lu, punya keluarga kecil bahagia". Mungkin konsep 'iri' dia adalah karena dia tidak (belum) berada pada tahap seperti yang gw jalani sekarang, menikah dan punya anak, sedangkan dia sangat ingin. Dia adalah lajang yang sukses di pekerjaan dan pendidikan. Well, jujur di lain waktu justru gw yang kadang 'iri' pada dia. Pekerjaan menyenangkan dan bergaji besar, sudah lulus S2 pula dimana didapat dari beasiswa, trus puas jalan2 kemana kemana tanpa harus mikirin biaya ataupun keluarga. See? Kadang 'iri' muncul ketika kita menginginkan kehdupan orang lain yang terlihat sempurna di mata kita.
Di lain waktu seorang teman lain, juga berurai airmata menceritakan kisah cintanya yang selalu kandas padahal dia sangat ingin menikah. Dia juga wanita karir yang sukses, supel, dan cantik. Rasa-rasanya hanya lelaki bodoh yang mau mencampakkan dia. Tapi apa daya itulah yang terjadi.
Ada lagi teman gw yang juga sudah mapan dalam pekerjaan dan usia yang juga udah matang untuk berumah tangga juga mengeluhkan tentang jauhnya jodoh.
Kalau dipikir-pikir gw punya belasan teman teman wanita lajang yang sukses dalam karir. Mereka adalah perempuan baik-baik, terpelajar, berusia mendekati kepala tiga, bahkan ada yang sudah lebih dari kepala tiga dan sedang galau menanti datangnya jodoh.
Kadang tiap kali bertukar kabar, gw gak mau menyinggung-nyinggung soal 'kapan menikah?' pada mereka. Hal-hal semacam itu bisa sangat sensitif bukan?, sama halnya ketika kita sudah menikah lebih dari setahun dan belum punya anak ditanya 'kapan punya anak?'. Dan gw pernah berada pada kondisi seperti itu, sehingga paling nggak gw mengerti bagaimana rasanya ditanya hal yang kita gak mampu menjawabnya :)
Tidak hanya teman-teman wanita, teman-teman pria pun juga banyak yang sangat matang dan belum menikah, bahkan ada yang mendekati kepala empat. Entah mereka begitu rapi menyimpan kegundahan tentang jodoh yang belum datang atau memang mereka tidak terlalu memusingkannya, tapi gw melihat mereka menikmati saja kesendirian mereka. Lagian tidak semua manusia juga barangkali yang menjadikan menikah, punya anak dan hidup mapan sebagai tujuan hidup.
Mungkin tidak perlu harus membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain. Kita yang tau persis apa yang terbaik untuk kita, apa tujuan hidup kita, apa pencapaian yang kita inginkan, apa hal-hal yang membuat kita bahagia.
Seperti kata seorang teman di status FB-nya 'tidak perlu berkecil hati dengan perbedaan takdir yang diberikan Tuhan, pasti ada hikmah dibalik semua itu'
Ada yang dianugerahi anak namun kesulitan secara finasial, dan ada yang tidak dianugerahi anak namun kaya raya. Ada yang punya suami/pasangan namun sering disakiti, dan ada yang malah jangankan untuk punya suami, lawan jenis saja begitu sulit untuk mendekat. Bahkan seorang yang terlihat memiliki kehidupan yang nyaris sempurna pun pasti punya masalah tersendiri.
Diperlukan kekuatan dalam diri kita untuk ikhlas menerima apa adanya diri kita sambil terus berupaya memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.
Pengakuan : Gw perempuan berusia hampir 29 tahun, ibu seorang batita, mantan wanita karir (yang tidak terlalu sukses), lulusan D3 yang tidak terlalu pintar, mantan penyiar radio yang tidak terlalu hebat. Seorang ibu rumah tangga yang tidak terlalu cekatan mengurus rumah tangga, tidak (belum) bisa kreatif berbisnis dan belum meraih pencapaian apapun. :D
Yah apapun adanya diri gw dengan segala kekurangan dan ketidak istimewaan diri gw, setidaknya gw adalah orang yang paling dibutuhkan oleh anak gw :D dan orang yang dicintai suami gw, orang yang selalu didoakan oleh orang tua gw dan di sayangi oleh saudara-saudara gw. Mungkin itu lebih dari cukup.
Menerima apa adanya diri kita mudah-mudahan bisa membuat kita gak lagi harus iri dengan orang lain.
*ini sebenarnya postingan tentang apa sih?* :p
Gw hanya ingat gurauan seorang teman beberapa waktu lalu, " Gw iri sama lu, punya keluarga kecil bahagia". Mungkin konsep 'iri' dia adalah karena dia tidak (belum) berada pada tahap seperti yang gw jalani sekarang, menikah dan punya anak, sedangkan dia sangat ingin. Dia adalah lajang yang sukses di pekerjaan dan pendidikan. Well, jujur di lain waktu justru gw yang kadang 'iri' pada dia. Pekerjaan menyenangkan dan bergaji besar, sudah lulus S2 pula dimana didapat dari beasiswa, trus puas jalan2 kemana kemana tanpa harus mikirin biaya ataupun keluarga. See? Kadang 'iri' muncul ketika kita menginginkan kehdupan orang lain yang terlihat sempurna di mata kita.
Di lain waktu seorang teman lain, juga berurai airmata menceritakan kisah cintanya yang selalu kandas padahal dia sangat ingin menikah. Dia juga wanita karir yang sukses, supel, dan cantik. Rasa-rasanya hanya lelaki bodoh yang mau mencampakkan dia. Tapi apa daya itulah yang terjadi.
Ada lagi teman gw yang juga sudah mapan dalam pekerjaan dan usia yang juga udah matang untuk berumah tangga juga mengeluhkan tentang jauhnya jodoh.
Kalau dipikir-pikir gw punya belasan teman teman wanita lajang yang sukses dalam karir. Mereka adalah perempuan baik-baik, terpelajar, berusia mendekati kepala tiga, bahkan ada yang sudah lebih dari kepala tiga dan sedang galau menanti datangnya jodoh.
Kadang tiap kali bertukar kabar, gw gak mau menyinggung-nyinggung soal 'kapan menikah?' pada mereka. Hal-hal semacam itu bisa sangat sensitif bukan?, sama halnya ketika kita sudah menikah lebih dari setahun dan belum punya anak ditanya 'kapan punya anak?'. Dan gw pernah berada pada kondisi seperti itu, sehingga paling nggak gw mengerti bagaimana rasanya ditanya hal yang kita gak mampu menjawabnya :)
Tidak hanya teman-teman wanita, teman-teman pria pun juga banyak yang sangat matang dan belum menikah, bahkan ada yang mendekati kepala empat. Entah mereka begitu rapi menyimpan kegundahan tentang jodoh yang belum datang atau memang mereka tidak terlalu memusingkannya, tapi gw melihat mereka menikmati saja kesendirian mereka. Lagian tidak semua manusia juga barangkali yang menjadikan menikah, punya anak dan hidup mapan sebagai tujuan hidup.
Mungkin tidak perlu harus membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain. Kita yang tau persis apa yang terbaik untuk kita, apa tujuan hidup kita, apa pencapaian yang kita inginkan, apa hal-hal yang membuat kita bahagia.
Seperti kata seorang teman di status FB-nya 'tidak perlu berkecil hati dengan perbedaan takdir yang diberikan Tuhan, pasti ada hikmah dibalik semua itu'
Ada yang dianugerahi anak namun kesulitan secara finasial, dan ada yang tidak dianugerahi anak namun kaya raya. Ada yang punya suami/pasangan namun sering disakiti, dan ada yang malah jangankan untuk punya suami, lawan jenis saja begitu sulit untuk mendekat. Bahkan seorang yang terlihat memiliki kehidupan yang nyaris sempurna pun pasti punya masalah tersendiri.
Diperlukan kekuatan dalam diri kita untuk ikhlas menerima apa adanya diri kita sambil terus berupaya memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.
Pengakuan : Gw perempuan berusia hampir 29 tahun, ibu seorang batita, mantan wanita karir (yang tidak terlalu sukses), lulusan D3 yang tidak terlalu pintar, mantan penyiar radio yang tidak terlalu hebat. Seorang ibu rumah tangga yang tidak terlalu cekatan mengurus rumah tangga, tidak (belum) bisa kreatif berbisnis dan belum meraih pencapaian apapun. :D
Yah apapun adanya diri gw dengan segala kekurangan dan ketidak istimewaan diri gw, setidaknya gw adalah orang yang paling dibutuhkan oleh anak gw :D dan orang yang dicintai suami gw, orang yang selalu didoakan oleh orang tua gw dan di sayangi oleh saudara-saudara gw. Mungkin itu lebih dari cukup.
Menerima apa adanya diri kita mudah-mudahan bisa membuat kita gak lagi harus iri dengan orang lain.
*ini sebenarnya postingan tentang apa sih?* :p
Jumat, 20 Januari 2012
untitled
Baiklah, gw mau rutin ngeblog lagi *emang siapa yang mau baca?* hehehe. Pokoknya mau ngeblog lagi. Titik! Walau mungkin kebanyankan berisi curcol khas emak-emak beranak satu, yang 'hanya' ngurusin rumah tangga saja. Kedengarannya membosankan sekali ya? Hahhaha gapapa lah :D
Sebagai perempuan yang dulunya pernah bekerja a.k.a wanita karir dan juga punya segudang kesibukan lainnya, sempat bergaul dengan orang-orang 'hebat kreatif dan luar biasa', ide untuk menjadi ibu rumah tangga terdengar sedikit mengerikan. Awal-awal nya sih iya, gw tertekan merasa gak berarti dan segudang emosi negatif lainnya, tapi seiring berjalannya waktu semua perasaan itu hilang begitu saja.
Realistis aja deh kalo gw tetap bertahan kerja berarti gw bakal jalanin pernikahan jarak jauh ama suami dan jujur gw gak sanggup, trus mencari kerja disini setelah menikah juga susahnya minta ampun, dimana-mana umumnya kan perusahaan mencari yang masih singel, alhasil yah jadi ibu rumah tangga aja sambil waktu itu konsentrasi untuk punya anak *sebelumnya sempat di kuret* See? awal-awal pernikahan emang gak memungkinkan bagi gw untuk kembali berkarir di kantor.
Setelah punya anak juga sami mawon, malah tambah repot. Ninggalin anak sama pengasuh dan bekerja? Di kota antah berantah ini yang gw gak kenal siapapun selain suami gw, rasanya gw ga bisa mempercayai siapapun untuk mengurus bayi. Oke mungkin untuk saat ini gw emang jadi ibu rumah tangga aja, walaupun gw masih terus membangun mimpi2 dan rencana untuk tetap bisa bekerja. :)
Nah, dimulai lah pengalaman2 seru gw sebagai emak-emak muda beranak satu dan tidak bekerja. Bergaul dengan tetangga yang juga 'bernasib' sama, ibu rumah tangga. Yah, apalagi yang diobrolin selain kebiasaan anak, gimana makannya, gimana perkembangannya, kebiasaan suami bla bla bla, walaupun gw lebih sering sebagai pendengar daripada pihak yang bercerita.
Di tempat lama, gw ga begitu suka bergaul dengan mereka, bukannya apa-apa tapi gak ada positifnya. Tetangga gw sukanya ngerumpi gak jelas, gosipin si anu, buka aib si A, malah juga ceritain keburukan suami. Maka jadilah gw dianggap 'sombong' oleh mereka karena gak pernah ngumpul, keluar rumah juga kalau ada keperluan saja. Disana juga para tetangga tipikal senenag liat orang susah, susah liat orang senang. Kita beli ini, itu kadang di iriin. Atau kadang baik baik in kita dan ujung-ujungnya minjam duit, bukannya kita pelit tapi siapa yang mau minjamin duit dan duitnya gak dibayar dan pura-pura lupa? Asem dah, kita kan bukan pohon duit? Jadi begitulah, karena udah ga tahan lagi tinggal disana jadilah kami pindah. Dan ditambah lagi tetangga pas di depan rumah hobi banget berantem suami istri, trus anak dan ibu, menantu dan ipar. Ribet ya? Ya iyalah mereka tinggal beranak pinak disana, rame banget.
Awal Desember akhirnya kami resmi pindah dengan harapan disini jauh lebih baik daraipada disana. Gw bisa bertetangga, Dafi bisa ada temennya dan yang paling penting lingkungan juga kondusif. Alhamdulillah sejauh ini semua berjalan lancar dan sesuai harapan.
Mungkin negatifnya adalah, anak-anak disini (maaf) gak diurus dengan begitu telaten dan baik sama ibu mereka. Makan sembarangan, jajan ini itu, sampai-sampai gw ga habis pikir kok tega banget sih ngasih anak batita makanan instan? Mudah2an anak gw gak ikut2an suka jajan kaya teman2nnya disini. Amien.
Sebagai perempuan yang dulunya pernah bekerja a.k.a wanita karir dan juga punya segudang kesibukan lainnya, sempat bergaul dengan orang-orang 'hebat kreatif dan luar biasa', ide untuk menjadi ibu rumah tangga terdengar sedikit mengerikan. Awal-awal nya sih iya, gw tertekan merasa gak berarti dan segudang emosi negatif lainnya, tapi seiring berjalannya waktu semua perasaan itu hilang begitu saja.
Realistis aja deh kalo gw tetap bertahan kerja berarti gw bakal jalanin pernikahan jarak jauh ama suami dan jujur gw gak sanggup, trus mencari kerja disini setelah menikah juga susahnya minta ampun, dimana-mana umumnya kan perusahaan mencari yang masih singel, alhasil yah jadi ibu rumah tangga aja sambil waktu itu konsentrasi untuk punya anak *sebelumnya sempat di kuret* See? awal-awal pernikahan emang gak memungkinkan bagi gw untuk kembali berkarir di kantor.
Setelah punya anak juga sami mawon, malah tambah repot. Ninggalin anak sama pengasuh dan bekerja? Di kota antah berantah ini yang gw gak kenal siapapun selain suami gw, rasanya gw ga bisa mempercayai siapapun untuk mengurus bayi. Oke mungkin untuk saat ini gw emang jadi ibu rumah tangga aja, walaupun gw masih terus membangun mimpi2 dan rencana untuk tetap bisa bekerja. :)
Nah, dimulai lah pengalaman2 seru gw sebagai emak-emak muda beranak satu dan tidak bekerja. Bergaul dengan tetangga yang juga 'bernasib' sama, ibu rumah tangga. Yah, apalagi yang diobrolin selain kebiasaan anak, gimana makannya, gimana perkembangannya, kebiasaan suami bla bla bla, walaupun gw lebih sering sebagai pendengar daripada pihak yang bercerita.
Di tempat lama, gw ga begitu suka bergaul dengan mereka, bukannya apa-apa tapi gak ada positifnya. Tetangga gw sukanya ngerumpi gak jelas, gosipin si anu, buka aib si A, malah juga ceritain keburukan suami. Maka jadilah gw dianggap 'sombong' oleh mereka karena gak pernah ngumpul, keluar rumah juga kalau ada keperluan saja. Disana juga para tetangga tipikal senenag liat orang susah, susah liat orang senang. Kita beli ini, itu kadang di iriin. Atau kadang baik baik in kita dan ujung-ujungnya minjam duit, bukannya kita pelit tapi siapa yang mau minjamin duit dan duitnya gak dibayar dan pura-pura lupa? Asem dah, kita kan bukan pohon duit? Jadi begitulah, karena udah ga tahan lagi tinggal disana jadilah kami pindah. Dan ditambah lagi tetangga pas di depan rumah hobi banget berantem suami istri, trus anak dan ibu, menantu dan ipar. Ribet ya? Ya iyalah mereka tinggal beranak pinak disana, rame banget.
Awal Desember akhirnya kami resmi pindah dengan harapan disini jauh lebih baik daraipada disana. Gw bisa bertetangga, Dafi bisa ada temennya dan yang paling penting lingkungan juga kondusif. Alhamdulillah sejauh ini semua berjalan lancar dan sesuai harapan.
Mungkin negatifnya adalah, anak-anak disini (maaf) gak diurus dengan begitu telaten dan baik sama ibu mereka. Makan sembarangan, jajan ini itu, sampai-sampai gw ga habis pikir kok tega banget sih ngasih anak batita makanan instan? Mudah2an anak gw gak ikut2an suka jajan kaya teman2nnya disini. Amien.
Minggu, 01 Januari 2012
Bukan Resolusi loh yaa :p
Biasanya orang-orang sibuk bikin resolusi di tahun baru, tapi gw udah lama gak melakukannya. Dulu pernah sih, menulis dengan indah resolusi-resolusi yang pengen gw capai di tahun depan, cuma itu gak cukup berhasil sehingga gw gak lagi menjadikan pergantian tahun sebagai ajang untuk bikin resolusi-resolusian.
Beberapa tahun terakhir, tahun baru hanya bermakna : nonton semalaman sambil makan cemilan, karena biasanya tahun baru banyak acara2, atau film-film bagus tayang di tv , keluar rumah menyaksikan kembang api yang berpijar di langit ketika jam 12 teng dan kemudian beranjak tidur. Gak ada yang istimewa. Dan sebelas dua belas dengan suami, dia juga gak menganggap pergantian tahun itu hal yang istimewa, ditambah lagi dia gak biasa dan emang gak bisa begadang. Jam 9 aja kadang udah tidur pulas hehehe :D
Cuma memang ada beberapa rencana yang ingin gw lakuin di tahun ini, tapi tetap gak mau menamakan ini sebagai resolusi :p. Yang pertama segera mencari agen asuransi terbaik, dan gak mau menunda-nunda lagi. Bagaimanapun asuransi itu penting. Dan yang kedua segera mulai merenovasi rumah pertama kami. Mudah-mudahan tahun ini juga sudah bisa ditempati dan gak jadi 'kontraktor' lagi alias ngontrak rumah orang lagi :)
Rencana berikutnya adalah, gw harus bisa bikin pempek dengan baik dan benar. Well, gw udah pernah mencoba bikin pempek sekali dulu ketika masih hamil Dafi, cuma hasilnya tidak begitu memuaskan. Rasanya kurang afdhol aja, walopun gw dan suami sama-sama orang Padang, tapi kita tinggal dan menjadi bagian orang Palembang kok ya, gak bisa bikin pempek? hehehe :D
Namun, yang lebih penting adalah soal ibadah gw, jujur entah kenapa makin kesini ibadah gw makin 'alakadarnya' aja. Dibandingkan ketika masih gadis, gw rasa ibadah gw lebih lumayan dibanding udah jadi emak-emak gini. Dulu walopun gak rutin, gw selalu mengusahakan bisa sholat tahajud, sekarang gak pernah sama sekali, dulu dalam sebulan gw beberapa hari puasa sunat, sekarang hutang puasa bulan Ramadhan aja belum lunas samasekali, dulu juga hampir dibilang gak pernah tinggal sholat dhuha di kantor, sekarang jaraaaanngg banget. Dulu selalu mengaji abis sholat magrib dan subuh, sekarang juga jaraaaanng banget. Menyedihkan yaa :'(
Berbanding terbalik dengan suami, dulu ketika masih bujangan katanya ibadah juga alakadarnya aja, hanya menunaikan sholat2 wajib, trus puasa bulan ramadahan. Itu aja. Namun sejak menikah, gw liat dia makin berubah, setiap selesai sholat magrib selalu mengaji dan dalam setahun bisa khatam 2 kali. Sholat dhuha juga gak pernah absen, sebelum berangkat kerja, dia pasti sholat dhuha dulu. Gw sering diingetin untuk ngaji lagi bareng-bareng cuma dasarnya gw bandel entah kenapa enggan banget baca Al-Qur'an lagi. Help me God!
Gw selalu mudah menyalahkan kondisi untuk kelalaian gw, repot dan capek ngurus anak dan rumah sehingga gak sempat lagi untuk ngaji, atau bangun tengah malam untuk sholat tahajud. Padahal kan, emang dasarnya gw yang gak pinter manajemen waktu.
Sebenarnya sih emang ya, jadi ibu rumah tangga itu capeknya minta ampun. Beda aja dibandingkan ibu bekerja. Karena 24 jam waktu kita tercurah untuk anak dan rumah. Mungkin kelihatan sepele, tapi coba dirasaian sendiri kalo gak percaya. Kasarnya sih capek lahir batin hahaha. Cuma kan, kalo dipikir-pikir gw harusnya bersyukur, suami gw mau turun tangan membantu gw. Berhubung bukan orang kantoran yang harus masuk kerja pagi jam 8 tapi suka-sukanya dia, gw lumayan tertolong, dia bisa bantuin jaga anak dan beberes rumah ketika misalnya gw pagi-pagi belanja kepasar dan kemudian masak. Atau bantuin nyuci pakaian, walo pake mesin cuci sih tetep aja kadang repot. Trus malamnya ketika Dafi rewel dan gw udah sangat capek, dia mau jagain dan nemenin sedangkan gw tidur cantik. Trus soal semua kebutuhan, Alhamdulillah tercukupi. Pengen sesuatu tinggal tunjuk *tapi gak semua hal juga sih, buktinya pas gw nunjuk minta dibeliin All New CRV gak dikasih tuh! Ok, gw nunjuknya berlebihan banget sih, Etapi pas nunjuk bathtub, shower dan peralatan kamar mandi lux lainnya, pas kita lagi liat-liat di ACE Hardware juga gak dikasih (emang mau ditaruh dimana bego, rumah kalian aja masih belum diapa-apain) :p*. Oke kembali ke topik, kalo gw lagi males masak, ya dia ngerti juga, trus kita makan diluar. Yah gak neko-neko lah suami gw ini. Alhamdulillah yah :)
Jadi Lia apalagi alasan untuk mengeluhkan kekurangan waktu untuk ibadah haa???
Apalagi alasan untuk mengeluhkan nasib haaaa???
Atau masih tetep mimpi bisa jadi bagian keluarga Abu Bakrie? :p
*tepok jidat*
Beberapa tahun terakhir, tahun baru hanya bermakna : nonton semalaman sambil makan cemilan, karena biasanya tahun baru banyak acara2, atau film-film bagus tayang di tv , keluar rumah menyaksikan kembang api yang berpijar di langit ketika jam 12 teng dan kemudian beranjak tidur. Gak ada yang istimewa. Dan sebelas dua belas dengan suami, dia juga gak menganggap pergantian tahun itu hal yang istimewa, ditambah lagi dia gak biasa dan emang gak bisa begadang. Jam 9 aja kadang udah tidur pulas hehehe :D
Cuma memang ada beberapa rencana yang ingin gw lakuin di tahun ini, tapi tetap gak mau menamakan ini sebagai resolusi :p. Yang pertama segera mencari agen asuransi terbaik, dan gak mau menunda-nunda lagi. Bagaimanapun asuransi itu penting. Dan yang kedua segera mulai merenovasi rumah pertama kami. Mudah-mudahan tahun ini juga sudah bisa ditempati dan gak jadi 'kontraktor' lagi alias ngontrak rumah orang lagi :)
Rencana berikutnya adalah, gw harus bisa bikin pempek dengan baik dan benar. Well, gw udah pernah mencoba bikin pempek sekali dulu ketika masih hamil Dafi, cuma hasilnya tidak begitu memuaskan. Rasanya kurang afdhol aja, walopun gw dan suami sama-sama orang Padang, tapi kita tinggal dan menjadi bagian orang Palembang kok ya, gak bisa bikin pempek? hehehe :D
Namun, yang lebih penting adalah soal ibadah gw, jujur entah kenapa makin kesini ibadah gw makin 'alakadarnya' aja. Dibandingkan ketika masih gadis, gw rasa ibadah gw lebih lumayan dibanding udah jadi emak-emak gini. Dulu walopun gak rutin, gw selalu mengusahakan bisa sholat tahajud, sekarang gak pernah sama sekali, dulu dalam sebulan gw beberapa hari puasa sunat, sekarang hutang puasa bulan Ramadhan aja belum lunas samasekali, dulu juga hampir dibilang gak pernah tinggal sholat dhuha di kantor, sekarang jaraaaanngg banget. Dulu selalu mengaji abis sholat magrib dan subuh, sekarang juga jaraaaanng banget. Menyedihkan yaa :'(
Berbanding terbalik dengan suami, dulu ketika masih bujangan katanya ibadah juga alakadarnya aja, hanya menunaikan sholat2 wajib, trus puasa bulan ramadahan. Itu aja. Namun sejak menikah, gw liat dia makin berubah, setiap selesai sholat magrib selalu mengaji dan dalam setahun bisa khatam 2 kali. Sholat dhuha juga gak pernah absen, sebelum berangkat kerja, dia pasti sholat dhuha dulu. Gw sering diingetin untuk ngaji lagi bareng-bareng cuma dasarnya gw bandel entah kenapa enggan banget baca Al-Qur'an lagi. Help me God!
Gw selalu mudah menyalahkan kondisi untuk kelalaian gw, repot dan capek ngurus anak dan rumah sehingga gak sempat lagi untuk ngaji, atau bangun tengah malam untuk sholat tahajud. Padahal kan, emang dasarnya gw yang gak pinter manajemen waktu.
Sebenarnya sih emang ya, jadi ibu rumah tangga itu capeknya minta ampun. Beda aja dibandingkan ibu bekerja. Karena 24 jam waktu kita tercurah untuk anak dan rumah. Mungkin kelihatan sepele, tapi coba dirasaian sendiri kalo gak percaya. Kasarnya sih capek lahir batin hahaha. Cuma kan, kalo dipikir-pikir gw harusnya bersyukur, suami gw mau turun tangan membantu gw. Berhubung bukan orang kantoran yang harus masuk kerja pagi jam 8 tapi suka-sukanya dia, gw lumayan tertolong, dia bisa bantuin jaga anak dan beberes rumah ketika misalnya gw pagi-pagi belanja kepasar dan kemudian masak. Atau bantuin nyuci pakaian, walo pake mesin cuci sih tetep aja kadang repot. Trus malamnya ketika Dafi rewel dan gw udah sangat capek, dia mau jagain dan nemenin sedangkan gw tidur cantik. Trus soal semua kebutuhan, Alhamdulillah tercukupi. Pengen sesuatu tinggal tunjuk *tapi gak semua hal juga sih, buktinya pas gw nunjuk minta dibeliin All New CRV gak dikasih tuh! Ok, gw nunjuknya berlebihan banget sih, Etapi pas nunjuk bathtub, shower dan peralatan kamar mandi lux lainnya, pas kita lagi liat-liat di ACE Hardware juga gak dikasih (emang mau ditaruh dimana bego, rumah kalian aja masih belum diapa-apain) :p*. Oke kembali ke topik, kalo gw lagi males masak, ya dia ngerti juga, trus kita makan diluar. Yah gak neko-neko lah suami gw ini. Alhamdulillah yah :)
Jadi Lia apalagi alasan untuk mengeluhkan kekurangan waktu untuk ibadah haa???
Apalagi alasan untuk mengeluhkan nasib haaaa???
Atau masih tetep mimpi bisa jadi bagian keluarga Abu Bakrie? :p
*tepok jidat*
Minggu, 25 Desember 2011
Teman-teman dimasa lalu
Kadang kalo dipikir-pikir hidup ini lucu dan ga ketebak ya? Saat ini kita hidup berdampingan dan bergaul dengan orang-orang di lingkungan sekitar kita, saling mebgukir kisah, mengalami hal-hal manis, pahit bersama-sama, dan saling meninggalkan kesan di hati satu sama lain. Namun kita ga pernah tahu, setahun kemudaian, lima tahun, sepuluh tahun lagi kita ga tau apakah masih bersama-sama mereka lagi atau tidak. Semua datang dan pergi.
Beberapa waktu lalu gw sama keluarga kecil gw makan malam di salah satu tempat makan gak begitu jauh dari rumah, selesai makan tiba-tiba gw melihat seorang teman lama juga lagi makan, sebenarnya dulu kami tidak begitu dekat cuma pernah dipertemukan oleh suatu kondisi dimana kami bersama-sama selama kurang lebih 2 bulan saja. Awalnya gw agak segan menyapa duluan takutnya dia udah lupa ama gw, tapi pas lewat ke mejanya dia juga melihat gw dan langsung menyapa. Menyenangkan juga bertemu teman lama di tempat yang malah tidak terpikirkan bakal ketemu temen lama. :)
Atau ketika melhat layar televisi, di salah satu stasiun tv swasta ada seorang teman lama gw yang menjadi reporter disana. Rasanya lucu, bangga dan berbagai perasaan berkecamuk melihat dia sekarang, ingatan gw seolah melayang ke beberapa tahun silam disaat lagi-lagi kondisi memepertemukan kami di sebuah tempat kerja yang sama. Bertahun mengenal dia di tempat kerja dulu sedikit banyaknya gw tahu dia lah. Lucu aja mengingat dia yang sekarang berwibawa mebacakan berita, padahal dulunya pernah begitu galau, lucu dan apa adanya bahkan beberapa rahasia pribadi dia masih tersangkut di memori gw. Dia yang dulu pernah minta duit buat ongkos naik angkot karena lagi kere-kerenya sekarang malah hampir tiap hari menjelalajahi kota-kota di Indonesia untuk meliput berita. Bro, gw sungguh bangga melihat lo sekarang :)
Dan hari ini gw baru aja melihat profil salah satu teman lama juga di FB. Lagi-lagi seorang teman lama yang membuat gw pangling. Melihat-lihat fotonya dan keluarga liburan di Eropa, umrah ke Tanah suci dan melihat dua orang anaknya yang cakep2. Yah, dari dulu ketika lagi-lagi kondisi mempertemukan kami pada pekerjaan yang sama, dia belum punya anak, dan dia pernah ngajak gw nginap dirumahnya berhubung suaminya sedang keluar kota dan dia takut tidur sendirian. Waktu dulu dia senang ngajak gw, ngasih tumpangan dengan mobilnya yang nyaman, ke tempat peminjaman novel, atau sekedar cerita2. Yah gw yang masih lugu dalam segala hal *halah* bener2 terkagum kagum melihat dia. Muda, cantik, punya suami tajir *uhuk* dan sangat memanjakan dia. Itu impiam semua gadis lugu pada waktu itu :D
Dan juga temen-temen lama gw yang lain. Ketika dulu kami dipertemukan oleh suatu kondisi, kami saling mengukir warna, dan setelah beberapa waktu kemudian waktu memisahkan dan entah kenapa rasanya menjadi asing satu sama lain. Mungkin masih tetap saling bertegur sapa di dunia maya karena ga pernah lagi ketemu di dunia nyata, namun semuanya sudah gak sama lagi. Cerita rasanya jadi ga begitu menarik lagi.
Banyak teman-teman yang datang dan pergi,semua meninggalkan kesan dihati. Namun hanya sahabat sejati yang mudah-mudahan abadi.
Beberapa waktu lalu gw sama keluarga kecil gw makan malam di salah satu tempat makan gak begitu jauh dari rumah, selesai makan tiba-tiba gw melihat seorang teman lama juga lagi makan, sebenarnya dulu kami tidak begitu dekat cuma pernah dipertemukan oleh suatu kondisi dimana kami bersama-sama selama kurang lebih 2 bulan saja. Awalnya gw agak segan menyapa duluan takutnya dia udah lupa ama gw, tapi pas lewat ke mejanya dia juga melihat gw dan langsung menyapa. Menyenangkan juga bertemu teman lama di tempat yang malah tidak terpikirkan bakal ketemu temen lama. :)
Atau ketika melhat layar televisi, di salah satu stasiun tv swasta ada seorang teman lama gw yang menjadi reporter disana. Rasanya lucu, bangga dan berbagai perasaan berkecamuk melihat dia sekarang, ingatan gw seolah melayang ke beberapa tahun silam disaat lagi-lagi kondisi memepertemukan kami di sebuah tempat kerja yang sama. Bertahun mengenal dia di tempat kerja dulu sedikit banyaknya gw tahu dia lah. Lucu aja mengingat dia yang sekarang berwibawa mebacakan berita, padahal dulunya pernah begitu galau, lucu dan apa adanya bahkan beberapa rahasia pribadi dia masih tersangkut di memori gw. Dia yang dulu pernah minta duit buat ongkos naik angkot karena lagi kere-kerenya sekarang malah hampir tiap hari menjelalajahi kota-kota di Indonesia untuk meliput berita. Bro, gw sungguh bangga melihat lo sekarang :)
Dan hari ini gw baru aja melihat profil salah satu teman lama juga di FB. Lagi-lagi seorang teman lama yang membuat gw pangling. Melihat-lihat fotonya dan keluarga liburan di Eropa, umrah ke Tanah suci dan melihat dua orang anaknya yang cakep2. Yah, dari dulu ketika lagi-lagi kondisi mempertemukan kami pada pekerjaan yang sama, dia belum punya anak, dan dia pernah ngajak gw nginap dirumahnya berhubung suaminya sedang keluar kota dan dia takut tidur sendirian. Waktu dulu dia senang ngajak gw, ngasih tumpangan dengan mobilnya yang nyaman, ke tempat peminjaman novel, atau sekedar cerita2. Yah gw yang masih lugu dalam segala hal *halah* bener2 terkagum kagum melihat dia. Muda, cantik, punya suami tajir *uhuk* dan sangat memanjakan dia. Itu impiam semua gadis lugu pada waktu itu :D
Dan juga temen-temen lama gw yang lain. Ketika dulu kami dipertemukan oleh suatu kondisi, kami saling mengukir warna, dan setelah beberapa waktu kemudian waktu memisahkan dan entah kenapa rasanya menjadi asing satu sama lain. Mungkin masih tetap saling bertegur sapa di dunia maya karena ga pernah lagi ketemu di dunia nyata, namun semuanya sudah gak sama lagi. Cerita rasanya jadi ga begitu menarik lagi.
Banyak teman-teman yang datang dan pergi,semua meninggalkan kesan dihati. Namun hanya sahabat sejati yang mudah-mudahan abadi.
Selasa, 22 November 2011
Dafi 15 bulan

Sudah lama tidak menulis perkembangan si bocah. Alhamdulillah Dafi udah 15 bulan 11 hari sekarang. Bukan bayi lagi tapi udah toddler. Ga kerasa ya, paahal baru kemaren rasanya gw periksa kehamilan, baru kemaren rasanya ngelahirin, dan baru kemaren rasanya melihat dia masih bayi merah yang lemah, dan sekarang udah gede aja :D
Dafi udah jalan, kalau dibandingin ama anak-anak lain yang pada jalan di usia 10 dan 11 bulan dafi baru bisa benar-benar jalan sendiri 2-3 langkah pada usia 13 bulan lebih, agak telat dan itu sempat bikin gw ketar-ketir. Yah, namanya juga emak2 muda yang belum punya pengalaman, apa-apa pasti selalu ngebandingin anak kita ama anak orang lain, anak dia udah bisa ini kok anak gw belum yaa?, anak dia bisa itu, kok anak gw gak yaa? dsb, dsb, dsbnya :D
Tapi balik-baliknya gw sadar tiap anak itu unik, misalnya kasus Dafi dan anak tetangga gw yang bernama Arva. Dafi lebih tua 3 bulan dari Arva, cuma ketika Arva usia 10 bulan dia udah biSa jalan, selangkah dua langkah sedang Dfai masih jalan pake pegangan jari gw, maksudnya Dafi udah bisa jalan cuma perlu banget berasa tangan gw walo seujung jari, jadilah. Gw liat Dafi rada hati-hati sedang Arva ini grabak grubuk nekat, pas jatuh, bangkit, jalan gitu terus :D
Dafi ketika benar2 bisa jalan itu umur 14 bulan, 8-10 langkah tanpa jatuh, cuma ketika dia limbung segera cari pegangan, dan sampai sekarang udah lancar banget jalan dia hampir dibilang gak pernah jatuh. Jadi kesimpulan gw Dafi tipikal hati-hati dan penuh perhitungan, ketika dia udah siap, dia baru bertindak. Dia baru jalan ketika dia merasa dia siap dan kuat. ;)
Soal makan, gw bener2 bersyukur Dafi pinter banget, ga pernah milih, apapun yang dikasih dia suka, makannya pun bersih gak celemat celemot kaya anak-anak pada umumnya. Gw perhatiin tiap kali makan mau gw suapin ama tangan ataupun pake sendok semua masuk mulut, gak bersisa dikitpun di pinggir2 mulutnya. Bahkan ketika makan finger food kaya jeruk atau biskuit juga gitu mulutnya tetap bersih, kayanya si bocah takut banget makanannya terbuang gitu aja :D
Yang bikin gw agak kepikiran itu adalah, Dafi belum bia ngomong. Dia bukan tipikal cerewet, cendrung anteng dan tenang. Kalopun nyerocos bahasa bayi itupun kadang2 aja, pas dia lagi mood dia bisa nyerocoss bajibu,,tatata,bababab..yang artinya gw gak tau..kadang gw berpikir apakah ini terpengaruh karena kami agak kurang bersosialisasi? dafi cuma kenal gw ama bapaknya. Gw juga jarang ajak Dafi main ke rumah tetangga karena alasan lingkunagn tempat tinggal gw gak memungkinkan gw untuk berakrab-akrab dengan mereka. Cukup sekedar say hello. Tapi gw sering kok ajak Dafi ke tempat rame seperti mall, ataupun taman kota. Bahkan Bapaknya tiap pagi selalu ngajak dia main keluar.
Dafi baru bisa ngomong baba, atau aba untuk bapaknya, trus kadang kadang banget manggil ma ma ma dan gw pikir itu dia manggil gw. Tiga hari ini dia sering manggil-manggil "puihsyy puihsys.." utk manggil kucing yang sering gw ajarin manggil "puss puss.." dulu banget tiap makan dia sering nyebut 'nyamm nyamm nyamm tapi sekarang gak pernah lagi. Udah itu aja. Selebihnya adalah bahasa planet yg gw nggak ngerti :'(
Dia kadang kadang juga suka bersenandung, tatata taaaaa, annananannnaaa... tapi pake irama gitu, mungkin karena gw sering nyanyiin lagu anak-anak ke dia. Kalau kita minta benda yang dipegang dia, dia udah ngerti dan ngasih ke tangan kita, trus minum pake cangkir udah jago banget.
Di dinding rumah gw nempelin gambar-gambar binatang dan buah-buahan. Gw sering nunjuk2 gambar itu dan menyebutkan itu benda apa, sampai berbusa mulut gw ngucapin itu apa, eh Dafi malah hanya cengengesan dan senyum2, dilain waktu pas gw lagi gak disana, dia nunjuk-nunjuk gambar itu seperti cara gw nunjuk2 gambar tsb tapi gak ngucapin apa-apa :'(
Beberapa waktu lalu gw beliin buku cerita anak-anak. Gw bacain ke dia, dianya seneng dan senyum senyum sambil ngeliat gw, tapi tetep belum ngikutin apa yang gw bilangin ke dia. Sabarr sabarrr...
Mudah-mudahan seperti kasus jalannya Dafi, dia bisa ngomong nanti ketika dia pikir dia udah siap untuk ngomong dan langsung lancar. Tentunya gw akan terus menstimulasi dia untuk bisa ngomong..Aamiin.
Sehat terus ya, Nak tambah pinter dan selalu dalam lindungan Allah.
Rabu, 09 November 2011
Pertengkaran mereka membuat gw bersyukur..
Sudah lama tidak apdet blog ini. Padahal banyak banget yang mau di share. :)
O, ya kepikirin buat ngapdet sekarang karena barusan gw blogwalking ke blog2 emak-emak cihuy yang sering gw kunjungi di dunia maya. Dan semacam perasaan 'iri' menyelinap di hati gw. Well, jujur kadang kita merasa kehidupan orang lain lebih menarik dan menyenangkan dari kehidupan kita sendiri, iya kan, kan, kan, kan? #nyari pembenaran :)
Tentang karir cemerlang mereka, tentang liburan-liburan menyenangkan, tentang ini, itu, bla, bla, bla..
Lantas gw membandingkan dengan diri gw sendiri, karir? berakhir menjadi ibu rumah tangga biasa, liburan? ah, liburan apaan? bukannya tiap hari gw liburan? liburan dirumah maksudnya hahaha..
Tapi tiba-tiba gw kaget dengan bunyi teriakan-teriakan kasar, bunyi barang-barang dibanting dan suara tangisan bayi yang memekakkan telinga. Yah, tetangga gw! yang rumahnya persis berhadapan dengan rumah gw, dimana rumah kami hanya dipisahkan oleh jalan selebar 2 meter. Dalam sebulan paling sedikit 4 kali ada aja berantemnya.
Hhhh, lantas kemudian rasa iri gw berubah menjadi rasa syukur. Bukan bersyukur atas nasib tetangga gw, tapi bersyukur gw tidak mengalami apa yang mereka alami.
Ok, inilah hal-hal yang harus gw syukuri:
1. Selama hampir 3 taun pernikahan kami Alhamdulillah tidak pernah suami mengasari gw apalagi memukul seperti halnya tetangga gw itu, bahkan marahpun tidak pernah!
2. Suami bertanggung jawab dan perhatian
3. Suami sabar dan penyayang
4. Suami pintar ngurusin anak
dll..dll dlll
Mungkin memang belum bisa liburan ke luar negeri atau ke tempat-tempat indah di negeri ini. Bukannya gak pengen tapi budget untuk itu belum ada, mending duitnya buat cicilan rumah, tabungan sekolahnya Dafi dan investasi kan?
Suara teriakan-teriakan di rumah depan masih terdengar, trus grabak-grubuk. Gw ga tau apakah si suami gebukin istrinya atau mencekik atau apalah. Gw hanya berdoa dalam hati semoga si suami disadarkan oleh Allah dan si istrinya dilindungi, dan juga semoga keluarga kecil kami dijauhkan dari hal-hal semacam itu. Amien.
Flasback dikit, dulu sekali waktu masih ngeblog di friendster gw pernah ngebahas tentang bersyukur ini. Kenapa pada umumnya kita manusia baru bisa bersyukur ketika melihat ada orang yang lebih susah dari kita? Kenapa kita tidak bisa bersyukur tanpa harus membandingkan dahulu? Bersyukur karena memang seharusnya kita bersyukur.
Sampai sekarang gw belum menemukan jawabannya :)
O, ya kepikirin buat ngapdet sekarang karena barusan gw blogwalking ke blog2 emak-emak cihuy yang sering gw kunjungi di dunia maya. Dan semacam perasaan 'iri' menyelinap di hati gw. Well, jujur kadang kita merasa kehidupan orang lain lebih menarik dan menyenangkan dari kehidupan kita sendiri, iya kan, kan, kan, kan? #nyari pembenaran :)
Tentang karir cemerlang mereka, tentang liburan-liburan menyenangkan, tentang ini, itu, bla, bla, bla..
Lantas gw membandingkan dengan diri gw sendiri, karir? berakhir menjadi ibu rumah tangga biasa, liburan? ah, liburan apaan? bukannya tiap hari gw liburan? liburan dirumah maksudnya hahaha..
Tapi tiba-tiba gw kaget dengan bunyi teriakan-teriakan kasar, bunyi barang-barang dibanting dan suara tangisan bayi yang memekakkan telinga. Yah, tetangga gw! yang rumahnya persis berhadapan dengan rumah gw, dimana rumah kami hanya dipisahkan oleh jalan selebar 2 meter. Dalam sebulan paling sedikit 4 kali ada aja berantemnya.
Hhhh, lantas kemudian rasa iri gw berubah menjadi rasa syukur. Bukan bersyukur atas nasib tetangga gw, tapi bersyukur gw tidak mengalami apa yang mereka alami.
Ok, inilah hal-hal yang harus gw syukuri:
1. Selama hampir 3 taun pernikahan kami Alhamdulillah tidak pernah suami mengasari gw apalagi memukul seperti halnya tetangga gw itu, bahkan marahpun tidak pernah!
2. Suami bertanggung jawab dan perhatian
3. Suami sabar dan penyayang
4. Suami pintar ngurusin anak
dll..dll dlll
Mungkin memang belum bisa liburan ke luar negeri atau ke tempat-tempat indah di negeri ini. Bukannya gak pengen tapi budget untuk itu belum ada, mending duitnya buat cicilan rumah, tabungan sekolahnya Dafi dan investasi kan?
Suara teriakan-teriakan di rumah depan masih terdengar, trus grabak-grubuk. Gw ga tau apakah si suami gebukin istrinya atau mencekik atau apalah. Gw hanya berdoa dalam hati semoga si suami disadarkan oleh Allah dan si istrinya dilindungi, dan juga semoga keluarga kecil kami dijauhkan dari hal-hal semacam itu. Amien.
Flasback dikit, dulu sekali waktu masih ngeblog di friendster gw pernah ngebahas tentang bersyukur ini. Kenapa pada umumnya kita manusia baru bisa bersyukur ketika melihat ada orang yang lebih susah dari kita? Kenapa kita tidak bisa bersyukur tanpa harus membandingkan dahulu? Bersyukur karena memang seharusnya kita bersyukur.
Sampai sekarang gw belum menemukan jawabannya :)
Rabu, 15 Juni 2011
Lagu yang Menghantui
Malam galau begini gw lagi denger lagunya 'Haunting Me-Dave Gruisin'.
Sebelumnya mau nanya nih, pernah nggak ngalamin ketika mendengar lagu tertentu rasanya gimanaaa banget, atau tiba-tiba terhanyut dan teringat kelebatan-kelebatan kejadian masa lalu yang diwakilkan oleh lagu tersebut?
Lagu ini mengingatkan gw pada malam-malam penuh keletihan di stasiun radio tercinta gw di Padang. Gw ingat sepulang kerja dari kantor gw sering mampir ke radio dan biasanya nongkrong sama anak-anak sampai malam dan pulang ke kost-an jam sepuluh malam dengan tubuh remuk, kepala berat dan mata mengantuk. Selesai mandi gw langsung tewas dengan sukses diatas kasur.
Lagu ini juga mengingatkan gw tentang kesepian gw, tentang pencarian panjang gw akan pasangan jiwa :D, setelah sempat mengalami patah hati berdarah darah *lebay* gw menobatkan diri gw sebagai HIGH QUALITY JOMBLO selama kurang lebih 7 tahun! Kadang gw heran dan agak menyesal kenapa gw melewatkan begitu saja masa-masa muda gw yaa? padahal ada beberapa cowok menarik dan lucu yang bisa saja klo gw mau jadi teman dekat gw waktu itu hehehe..
Lagu ini juga mengingatkan gw pada pengorbanan dan ketulusan gw pada 'mantan sahabat' gw. Kadang ketika masih muda kita bisa begitu naifnya menilai seseorang. Menganggap sebagai sahabat sejati namun pada akhirnya malah menjadikannya sebagai orang terakhir yang ingin kau lihat di muka bumi ini.
Lagu ini juga mengingatkan gw akan impian-impian gila gw soal pasangan jiwa. Pengen ketemu dengan orang yang mencintai gw apa adanya, yang dengannya gw merasa sebagai perempuan paling sempurna, yang dengannya semua kegalauan gw bisa sirna. Gw selalu mengimpikan pria itu memberikan kejutan makan malam romantis dan setelahnya dia berlutut dihadapan gw dan bilang 'will u marry me sambil menyodorkan cincin permata yang indah' dan tiba-tiba langit penuh dengan kembang api kwkwkwkw..Hollywood sekaleee..katakan gw norak dan cemen, tapi percayalah perempuan manapun pasti suka diperlakukan seperti itu, klo ada yang bilang nggak pasti dia bohong. *ngotot* :p
Lagu ini juga mengingatkan gw akan kegalauan gw dengan nasib gw yang ditaksir cowok yang gak gw taksir dan naksir cowok yang nggak naksir gw dan naksir cowok yang naksir gw namun juga naksir cewek lain. Ribet gak sih?
Lagu ini juga mengingatkan gw akan saldo tabungan gw yang gak nambah-nambah padahal impian gw membutuhkan saldo tabungan yang bunyaaak sekali.
Lagu ini, ya lagu ini adalah salah satu favorit gw.
Sebelumnya mau nanya nih, pernah nggak ngalamin ketika mendengar lagu tertentu rasanya gimanaaa banget, atau tiba-tiba terhanyut dan teringat kelebatan-kelebatan kejadian masa lalu yang diwakilkan oleh lagu tersebut?
Lagu ini mengingatkan gw pada malam-malam penuh keletihan di stasiun radio tercinta gw di Padang. Gw ingat sepulang kerja dari kantor gw sering mampir ke radio dan biasanya nongkrong sama anak-anak sampai malam dan pulang ke kost-an jam sepuluh malam dengan tubuh remuk, kepala berat dan mata mengantuk. Selesai mandi gw langsung tewas dengan sukses diatas kasur.
Lagu ini juga mengingatkan gw tentang kesepian gw, tentang pencarian panjang gw akan pasangan jiwa :D, setelah sempat mengalami patah hati berdarah darah *lebay* gw menobatkan diri gw sebagai HIGH QUALITY JOMBLO selama kurang lebih 7 tahun! Kadang gw heran dan agak menyesal kenapa gw melewatkan begitu saja masa-masa muda gw yaa? padahal ada beberapa cowok menarik dan lucu yang bisa saja klo gw mau jadi teman dekat gw waktu itu hehehe..
Lagu ini juga mengingatkan gw pada pengorbanan dan ketulusan gw pada 'mantan sahabat' gw. Kadang ketika masih muda kita bisa begitu naifnya menilai seseorang. Menganggap sebagai sahabat sejati namun pada akhirnya malah menjadikannya sebagai orang terakhir yang ingin kau lihat di muka bumi ini.
Lagu ini juga mengingatkan gw akan impian-impian gila gw soal pasangan jiwa. Pengen ketemu dengan orang yang mencintai gw apa adanya, yang dengannya gw merasa sebagai perempuan paling sempurna, yang dengannya semua kegalauan gw bisa sirna. Gw selalu mengimpikan pria itu memberikan kejutan makan malam romantis dan setelahnya dia berlutut dihadapan gw dan bilang 'will u marry me sambil menyodorkan cincin permata yang indah' dan tiba-tiba langit penuh dengan kembang api kwkwkwkw..Hollywood sekaleee..katakan gw norak dan cemen, tapi percayalah perempuan manapun pasti suka diperlakukan seperti itu, klo ada yang bilang nggak pasti dia bohong. *ngotot* :p
Lagu ini juga mengingatkan gw akan kegalauan gw dengan nasib gw yang ditaksir cowok yang gak gw taksir dan naksir cowok yang nggak naksir gw dan naksir cowok yang naksir gw namun juga naksir cewek lain. Ribet gak sih?
Lagu ini juga mengingatkan gw akan saldo tabungan gw yang gak nambah-nambah padahal impian gw membutuhkan saldo tabungan yang bunyaaak sekali.
Lagu ini, ya lagu ini adalah salah satu favorit gw.
Si Penguntit Aneh
Jadi beberapa hari yang lalu gw di add oleh seorang pria tak dikenal di FB, biasanya gw jarang menerima permintaan pertemanan dari orang yang tidak dikenal tapi entah kenapa setelah melihat dua teman yang sama dengan si pria tersebut adalah kenalan gw yang menurut gw punya kredibilitas yang lumayan baik juga akhirnya gw terimalah permintaan pertemanan pria itu.
Kemarin pagi tiba-tiba saja dia menyapa gw di chat FB, dia nanya gw lagi sibuk apa, anak udah berapa dan pertanyaan standar lainnya. Karena gw gak ngeh gw tanya dia itu siapa? dan setalah gw liat profilnya baru ngeh kalo dia itu temannya teman gw di FB.
Awalnya sih biasa-biasa aja dia juga bercerita sedikit tentang teman gw yang juga teman satu angkatan dia di Ponpes dulu bla bla bla...
Berhubung gw online dirumah walo status di FB online kadang gw juga sibuk ngurus Dafi, atau beberes rumah dan kadang nggak tau kalo ada yang menyapa atau kirim pesan di inbox. Nah, si pria itu yang gw kasih nama aja Penguntit Aneh nyapa-nyapa terus nanya kenapa pesannya gak dibales. Hellooo emang lu pikir kerjaan gw nongkrong di depan laptop aja sepanjang hari? Tapi gw masih berbaik hati meladeni pertanyaannya. Lama-lama pertanyaannya mulai ganggu, nanya gw kerja apa, kesibukan gw apa, suami gw kerja apa, suami gw pulang jam berapa, apa gw sendirian dirumah dan pertanyaan2 konyol lainnya yang bikin gw ngerasa di kuntit. Eh, dia juga bilang foto gw manis. What? Sebagai orang yang sudah sama-sama menikah gw ngerasa risih aja dia bilang gitu.
Tiba-tiba dia offline mungkin koneksi nya terputus. Eh sejam kemudian dia muncul lagi dan nyapa gw minta maaf tadi soal obrolan kami yang 'sangat seru' itu tiba-tiba terputus :p dan mulai lagi nanya gw sibuk apa nggak, gw lagi ngapain, suami gw udah pulang belum?
Dan tadi pagi pas online dia kembali menyapa, diawali dengan pertanyaan kaya kemaren gw sibuk apa nggak, apa gw jadi ibu RT aja atau kerja juga, trus kembali nanyain suami gw ada dirumah apa nggak. Gw masih mau ngejawab tapi sambil ogah-ogahan. Kemudian dia nanya kapan gw mau nambah anak lagi, mungkin gak masalah kalo hal itu ditanyain oleh teman yang udah lumayan akrab. Gw jawab asal aja, kenapa gak dia aja yang nambah anak duluan. Eh, jawabnya malah ngelantur.
Dia jawab gini : "Saya mah tiap malam berusaha nambah anak, biar anaknya banyak
hehehe"
Gw : .......
Dia : "Klo berhubungan tujuh kali sehari itu normal gak sih bu?"
Gw : (Set dah) " Hiper kali tuh"
Dia : "Ketika baru nikah dulu saya bisa tujuh kali sehari tapi sekarang dua kali sehari aja hehe, kalau ibu berapa kali?"
Gw : (gak bales apa-apa, langsung klik profilnya dan hapus pertemanan dengannya. selesai)
Bukan sekali ini aja gw menghapus pertemanan dengan seseorang di FB, dulu juga pernah dan hampir sama kasusnya dengan si Penguntit Aneh ini, dia sering nyapa kemudian nanya aneh2 dan bikin gw terganggu. Ya udah daripada pusing mending remove aja.
Soal si Penguntit Aneh ini, gw rasanya gak percaya aja orang yang pada awalnya gw pikir sopan dan terpelajar bisa membahas masalah berapa kali dia having sex dengan istrinya dan dengan gak tahu malunya juga menanyakan ke gw berapa kali gw melakukannya dengan suami gw. What the hell!
Gw mau berpikir positif mungkin FB-nya di hack ama orang lain tapi dari cara dia bercerita soal teman gw yang juga temannya di Ponpes dulu rasanya gak mungkin itu adalah orang lain, itu pastilah dia. Wallahualam.
Kemarin pagi tiba-tiba saja dia menyapa gw di chat FB, dia nanya gw lagi sibuk apa, anak udah berapa dan pertanyaan standar lainnya. Karena gw gak ngeh gw tanya dia itu siapa? dan setalah gw liat profilnya baru ngeh kalo dia itu temannya teman gw di FB.
Awalnya sih biasa-biasa aja dia juga bercerita sedikit tentang teman gw yang juga teman satu angkatan dia di Ponpes dulu bla bla bla...
Berhubung gw online dirumah walo status di FB online kadang gw juga sibuk ngurus Dafi, atau beberes rumah dan kadang nggak tau kalo ada yang menyapa atau kirim pesan di inbox. Nah, si pria itu yang gw kasih nama aja Penguntit Aneh nyapa-nyapa terus nanya kenapa pesannya gak dibales. Hellooo emang lu pikir kerjaan gw nongkrong di depan laptop aja sepanjang hari? Tapi gw masih berbaik hati meladeni pertanyaannya. Lama-lama pertanyaannya mulai ganggu, nanya gw kerja apa, kesibukan gw apa, suami gw kerja apa, suami gw pulang jam berapa, apa gw sendirian dirumah dan pertanyaan2 konyol lainnya yang bikin gw ngerasa di kuntit. Eh, dia juga bilang foto gw manis. What? Sebagai orang yang sudah sama-sama menikah gw ngerasa risih aja dia bilang gitu.
Tiba-tiba dia offline mungkin koneksi nya terputus. Eh sejam kemudian dia muncul lagi dan nyapa gw minta maaf tadi soal obrolan kami yang 'sangat seru' itu tiba-tiba terputus :p dan mulai lagi nanya gw sibuk apa nggak, gw lagi ngapain, suami gw udah pulang belum?
Dan tadi pagi pas online dia kembali menyapa, diawali dengan pertanyaan kaya kemaren gw sibuk apa nggak, apa gw jadi ibu RT aja atau kerja juga, trus kembali nanyain suami gw ada dirumah apa nggak. Gw masih mau ngejawab tapi sambil ogah-ogahan. Kemudian dia nanya kapan gw mau nambah anak lagi, mungkin gak masalah kalo hal itu ditanyain oleh teman yang udah lumayan akrab. Gw jawab asal aja, kenapa gak dia aja yang nambah anak duluan. Eh, jawabnya malah ngelantur.
Dia jawab gini : "Saya mah tiap malam berusaha nambah anak, biar anaknya banyak
hehehe"
Gw : .......
Dia : "Klo berhubungan tujuh kali sehari itu normal gak sih bu?"
Gw : (Set dah) " Hiper kali tuh"
Dia : "Ketika baru nikah dulu saya bisa tujuh kali sehari tapi sekarang dua kali sehari aja hehe, kalau ibu berapa kali?"
Gw : (gak bales apa-apa, langsung klik profilnya dan hapus pertemanan dengannya. selesai)
Bukan sekali ini aja gw menghapus pertemanan dengan seseorang di FB, dulu juga pernah dan hampir sama kasusnya dengan si Penguntit Aneh ini, dia sering nyapa kemudian nanya aneh2 dan bikin gw terganggu. Ya udah daripada pusing mending remove aja.
Soal si Penguntit Aneh ini, gw rasanya gak percaya aja orang yang pada awalnya gw pikir sopan dan terpelajar bisa membahas masalah berapa kali dia having sex dengan istrinya dan dengan gak tahu malunya juga menanyakan ke gw berapa kali gw melakukannya dengan suami gw. What the hell!
Gw mau berpikir positif mungkin FB-nya di hack ama orang lain tapi dari cara dia bercerita soal teman gw yang juga temannya di Ponpes dulu rasanya gak mungkin itu adalah orang lain, itu pastilah dia. Wallahualam.
Senin, 30 Mei 2011
bersyukur
Hanya dalam kurun waktu ga sampai 10 menit setelah berkeluh kesah gw seperti ditampar dengan kalimat sederhana yang gw copas dari blog suamigila.com. ini :
Bersyukur atas apa yang kita miliki. Juga bersyukur atas apa yang tidak. Semua yang mampu dicapai dan semua yang tidak mampu dicapai, adalah demi kebaikan kita sendiri. Jadi, tenang saja. Yang penting ikhlas berusaha.
Ok, intinya bersyukur yaaa..padahal udah tau namun tetep butuh penguatan dari orang lain dulu :p
Bersyukur atas apa yang kita miliki. Juga bersyukur atas apa yang tidak. Semua yang mampu dicapai dan semua yang tidak mampu dicapai, adalah demi kebaikan kita sendiri. Jadi, tenang saja. Yang penting ikhlas berusaha.
Ok, intinya bersyukur yaaa..padahal udah tau namun tetep butuh penguatan dari orang lain dulu :p
biru
Saya sedang ingin berkeluh kesah.
Tentang punggung yang sering ngilu, tentang pinggang yang sering nyeri, tentang jempol kaki yang luka dan tidak kunjung sembuh, tentang kepala yang cenat-cenut.
Saya sedang ingin berkeluh kesah dan meratapi nasib.
Tentang rasa bosan yang melanda belakangan ini. Tentang rasa jenuh dengan rutinitas, tentang betapa lelahnya saya menjadi ibu rumah tangga
Saya sedang ingin berkeluh kesah
Tentang capek luar biasa saya menghadapi anak yang super aktif, tentang idealisme saya mengurus anak yang kadang bikin sinting sendiri. Kadang saya ingin menyerah saja..
Tapi, saya tidak boleh berkeluh kesah karena katanya dalam hidup kita harus selalu bersyukur dan melihat orang yang lebih susah dari kita agar kita segera sadar. Percayalah kadang-kadang hal-hal semacam itu sangat menyebalkan.
...
Ah, melihat jagoan saya tidur pulas dengan senyum menyungging dibibirnya seharusnya saya bersyukur memilikinya. Anak yang sangat dirindukan kehadirannya oleh jutaan wanita diluar sana namun belum dikasih.
Seharusnya rasa capek saya, rasa nyeri di punggung dan pinggang dan sejuta keluhan lain karena mengurusnya setimpal dengan rasa cinta dan bahagia saya melihatnya tumbuh sehat, dan pintar.
Ya, tentu saja saya bahagia dan bersyukur memilikinya dan menjadi ibunya. Tapi sebagai manusia biasa yang bisa lelah, capek dan bosan tidak bolehkah saya mngeluh?
Ibu butuh 'ruang'' untuk bernafas anakku. Untuk menikmati dunia ibu sendiri, sebentar saja. Agar setelahnya ibu bisa kembali punya energi positif untuk mu.
Tentang punggung yang sering ngilu, tentang pinggang yang sering nyeri, tentang jempol kaki yang luka dan tidak kunjung sembuh, tentang kepala yang cenat-cenut.
Saya sedang ingin berkeluh kesah dan meratapi nasib.
Tentang rasa bosan yang melanda belakangan ini. Tentang rasa jenuh dengan rutinitas, tentang betapa lelahnya saya menjadi ibu rumah tangga
Saya sedang ingin berkeluh kesah
Tentang capek luar biasa saya menghadapi anak yang super aktif, tentang idealisme saya mengurus anak yang kadang bikin sinting sendiri. Kadang saya ingin menyerah saja..
Tapi, saya tidak boleh berkeluh kesah karena katanya dalam hidup kita harus selalu bersyukur dan melihat orang yang lebih susah dari kita agar kita segera sadar. Percayalah kadang-kadang hal-hal semacam itu sangat menyebalkan.
...
Ah, melihat jagoan saya tidur pulas dengan senyum menyungging dibibirnya seharusnya saya bersyukur memilikinya. Anak yang sangat dirindukan kehadirannya oleh jutaan wanita diluar sana namun belum dikasih.
Seharusnya rasa capek saya, rasa nyeri di punggung dan pinggang dan sejuta keluhan lain karena mengurusnya setimpal dengan rasa cinta dan bahagia saya melihatnya tumbuh sehat, dan pintar.
Ya, tentu saja saya bahagia dan bersyukur memilikinya dan menjadi ibunya. Tapi sebagai manusia biasa yang bisa lelah, capek dan bosan tidak bolehkah saya mngeluh?
Ibu butuh 'ruang'' untuk bernafas anakku. Untuk menikmati dunia ibu sendiri, sebentar saja. Agar setelahnya ibu bisa kembali punya energi positif untuk mu.
Langganan:
Postingan (Atom)




